Istanbul (ANTARA) - Iran siap untuk memenuhi standar global guna menunjukkan bahwa program nuklirnya bersifat damai, kata Presiden Masoud Pezeshkian pada Selasa (5/5).
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak yang ditunjuk, Ali al-Zaidi, menurut pernyataan dari Kepresidenan Iran.
Pezeshkian mengatakan Iran telah menunjukkan kesiapan penuh dalam semua negosiasi untuk memberikan jaminan dalam kerangka peraturan internasional dan mekanisme pemantauan global.
Namun, ia menuding AS terus menekan Iran dan justru menciptakan kebijakan yang kontradiktif dengan negosiasi yang berlangsung guna mengakhiri perseteruan kedua negara.
Teheran disebutnya terus mendapat ancaman militer meskipun upaya diplomatik sedang berlangsung.
Dalam pembicaraan dengan Zaidi, Pezeshkian mengatakan Iran memandang Irak sebagai “saudara”, dan menyatakan harapan bahwa pemerintah Irak yang baru akan mengatasi tantangan ekonomi dan memperkuat stabilitas.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang atau ketidakstabilan dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan konflik melalui dialog, termasuk dengan negara-negara di kawasan.
Sementara itu, Zaidi mengatakan Baghdad siap mendukung upaya untuk mengurangi ketegangan dengan menjadi tuan rumah pembicaraan antara Iran dan AS.
Ia mengatakan perselisihan antara Teheran dan Washington harus diselesaikan melalui dialog, karena konfrontasi tidak akan memberikan solusi jangka panjang.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan gabungan itu memicu balasan dari Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai disepakati pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran perkenalkan aturan baru untuk transit kapal di Selat Hormuz
Baca juga: PBB kecam serangan ke UAE di tengah ketegangan Iran-AS
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































