Beirut (ANTARA) - Perundingan langsung antara Lebanon dan Israel harus memisahkan isu seputar Iran dari konflik yang terjadi di Lebanon, kata Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji pada Senin.
Pernyataan itu dia sampaikan saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
"Menteri Rajji mengucapkan terima kasih kepada Berlin atas dukungan kemanusiaan dan politiknya, dan mencatat bahwa Lebanon berupaya mencapai gencatan senjata melalui negosiasi langsung dengan Israel," kata kementerian Lebanon dalam sebuah pernyataan.
"Dia menekankan bahwa pembangunan proses ini sebenarnya memperkuat pemisahan urusan Lebanon dari isu Iran," imbuh kementerian tersebut.
Rajji juga menegaskan bahwa hanya Lebanon yang berhak untuk bernegosiasi atas nama negara, yang merupakan sinyal jelas dari upaya memulihkan prinsip kedaulatan nasional dalam diplomasi Lebanon.
Wadephul juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah Lebanon untuk memperkuat kedaulatan dan mencapai stabilitas.
Dia juga menegaskan kembali bahwa Jerman tengah berupaya mewujudkan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, dan memberi tahu Rajji tentang paket bantuan kemanusiaan senilai 45 juta euro (sekitar Rp904,1 miliar) untuk rakyat Lebanon.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Hizbullah: Sikap Pemerintah Lebanon picu risiko perpecahan
Baca juga: UNICEF: Serangan Israel di Lebanon berdampak buruk pada anak
Baca juga: UNHCR: Lebanon diserang Israel dengan dahsyat tanpa peringatan
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































