MPR dorong peta jalan PLTS 100 GW guna percepat transisi energi

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong percepatan transisi energi nasional melalui penyusunan peta jalan (roadmap) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) secara terukur dan kredibel.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama PLN, Eddy menilai peran BUMN energi dan pelaku usaha swasta menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin menegaskan lima fokus utama dalam transisi energi, yakni penguatan ketahanan energi dalam negeri, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi karbon, efisiensi biaya transisi, serta kesiapan industri nasional agar investasi energi terbarukan memberi manfaat maksimal bagi dalam negeri.

“Transisi energi melahirkan 'green industries' (industri hijau) dan 'green jobs' (pekerjaan ramah lingkungan) bagi putra putri Indonesia. Industri yang terbangun akan membuka lapangan kerja sehingga menyerap tenaga kerja formil yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca juga: Dewan Energi Nasional gandeng Pertamina-PLN bahas kompor listrik

Selain itu, Eddy menyoroti perlunya percepatan penghapusan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) karena tidak efisien dan memiliki emisi tinggi, serta meminta kejelasan peta jalan pensiun dini PLTD.

Menurut dia, peta jalan tersebut harus memuat aspek teknis, negosiasi penghentian operasional, hingga potensi biaya yang muncul dalam proses transisi.

Eddy juga menanggapi target pembangunan PLTS 100 GW dalam dua tahun dengan meminta rincian kebutuhan investasi, lahan, hingga teknologi pendukung seperti baterai.

“Berapa kebutuhan lahan, berapa total investasi, termasuk biaya baterai dan lain-lain. Ini harus jelas. PLN harus betul-betul memiliki rencana pengembangan yang matang dan kredibel agar target yang dicanangkan Presiden tercapai,” ujar dia menegaskan.

Baca juga: Anggota DEN: Anjuran IEA sesuai skenario transisi energi Indonesia

Ia mengingatkan agar proyek besar ini tidak menimbulkan ketergantungan impor, melainkan memperkuat kapasitas industri nasional dalam rantai pasok energi terbarukan.

“Pembangunan PLTS 100 GW merupakan 'quantum leap' (lompatan kuantum) dalam transisi energi Indonesia dan akan menempatkan negara kita sebagai salah satu yang terunggul di sektor energi terbarukan di Asia,” kata dia.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |