Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mega Syariah membukukan akuisisi dana pihak ketiga (DPK) lebih dari Rp709 miliar dengan 5,6 ribu number of accounts (NoA) selama periode Ramadhan tahun ini.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan bahwa capaian berdasarkan data per 21 Maret 2026 ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah.
“Pada saat yang sama, tren ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital Bank Mega Syariah dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi serta proses pembukaan rekening yang semakin praktis dan dapat dilakukan secara online,” kata Benadicto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Selama periode Ramadhan 2026, jumlah transaksi melalui M-Syariah tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp243 miliar, atau tumbuh lebih dari 24 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut perseroan, fitur yang paling banyak digunakan oleh nasabah selama Ramadan meliputi transfer, QRIS, dan top up e-wallet.
Perseroan mencatat bahwa penggunaan transaksi QRIS menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan Ramadhan 2025, dengan jumlah transaksi meningkat lebih dari 65 persen dan volume transaksi meningkat lebih dari 58 persen.
Benadicto mengatakan, program AMAL 2026 turut menjadi momentum strategis bagi perseroan untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan berbasis komunitas dan spiritual engagement selama Ramadhan.
Program AMAL (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan) dihadirkan dalam kegiatan “Ramadan Road To Diantara Doa” yang diselenggarakan di tujuh kota yakni Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang, dan Makassar.
Kegiatan tersebut menghadirkan kajian inspiratif bersama tokoh agama, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta aktivitas komunitas.
Benadicto mengatakan, rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat engagement dengan masyarakat, salah satunya melalui berbagai komunitas di Tanah Air.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk memperluas penetrasi penggunaan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari seperti tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah.
“Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekosistem syariah melalui inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Benadicto.
Baca juga: Gubernur BI: Kredit perbankan tumbuh 9,37 persen pada Februari 2026
Baca juga: Jelang tutup buku 2025, Bank Mandiri jaga kredit-DPK tumbuh dua digit
Baca juga: Bank Mega Syariah catat pendanaan korporasi tumbuh 60 persen pada 2025
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































