Pemprov Jateng perkuat kerja sama dengan Jepang tarik investasi

1 week ago 11
Kami berharap industri Jepang semakin banyak masuk ke Jateng. Kami siap memberikan dukungan penuh berupa kemudahan investasi

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk menarik banyak investasi masuk ke wilayah tersebut.

"Kami berharap industri-industri Jepang semakin banyak masuk ke Jawa Tengah. Kami siap memberikan dukungan penuh berupa kemudahan investasi," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dalam pernyataan di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut usai menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah proyek strategis di bidang energi, industri manufaktur, kawasan pertanian terintegrasi, kawasan perikanan terpadu dan pariwisata berkelanjutan.

Kemudian, Pemprov Jateng telah menerapkan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dengan proses yang semakin sederhana.

Selain itu, tersedia pula berbagai insentif fiskal seperti 'tax holiday", "tax allowance", serta pembebasan Bea Masuk mesin dan bahan baku industri manufaktur.

Sejauh ini, Jepang secara konsisten masuk sebagai salah satu investor utama di Jateng dengan total investasi mencapai Rp24,216 triliun sepanjang 2021–2025, menempatkannya di peringkat ketiga investor terbesar.

Lokasi investasi Jepang tersebar di sejumlah daerah strategis, seperti Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang dan Kendal, dengan dominasi sektor listrik, gas dan air, tekstil, kendaraan bermotor, mesin, serta elektronik.

Selain investasi, kata dia, kerja sama penempatan tenaga kerja asal Jateng di Jepang juga terus diperkuat, dan naik level untuk penyiapan pekerja untuk menduduki posisi manajer di perusahaan-perusahaan Jepang.

"Pemerintah Prefektur Kagawa menyampaikan ketertarikannya terhadap SDM Jateng. Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu, tetapi juga dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi 'head manager'," katanya.

Menurut dia, kepercayaan tersebut menjadi indikator bahwa kualitas dan etos kerja tenaga kerja asal Jawa Tengah semakin diakui di tingkat internasional.

Setiap tahun, Jateng menghasilkan sekitar 245 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai bidang keahlian strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian modern, pariwisata, hingga pelayanan keperawatan lansia.

Bahkan, jumlah pekerja migran asal Jateng di Jepang terus mengalami peningkatan, seperti pada 2024 tercatat sebanyak 3.760 orang, sedangkan pada pada 2025 menjadi 5.712 orang atau naik sekitar 52 persen.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa Ikeda Toyohito menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jateng yang saat ini telah mencapai sekitar 4.000 orang di berbagai sektor industri.

Ia menjamin tenaga kerja Indonesia yang datang dapat hidup dengan aman dan nyaman selama bekerja di Jepang, salah satunya dengan memberikan dukungan pendidikan bahasa Jepang sebelum keberangkatan.

Ikeda juga menyampaikan harapannya agar jumlah tenaga kerja asal Jateng yang bekerja di Kagawa dapat terus meningkat ke depan, seiring dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dan pelatihan.

Baca juga: Pemprov Jateng: Rute penerbangan internasional dibuka tarik investor

Baca juga: Industri padat modal di Jateng tumbuh bergairah

Baca juga: Pemprov Jateng: Realisasi investasi 2025 capai Rp88,50 triliun

Baca juga: Gubernur Jateng tawarkan investasi ke Kesultanan Brunei Darussalam

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |