Pemprov Banten segel tiga perusahaan pencemar Sungai Cisadane

1 day ago 3
Yang disegel ada tiga perusahaan, karena tidak memiliki izin. Ketiganya berlokasi di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menyegel tiga perusahaan yang diduga mencemari Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

"Ada tiga perusahaan atau industri yang sudah kami lakukan penyegelan karena tidak berizin," kata Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan penyegelan tiga perusahaan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap perubahan warna pada air Sungai Cisadane.

Baca juga: KLH masih periksa kandungan pestisida di endapan Sungai Cisadane

Kemudian, lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan sementara yang menyebabkan perubahan pada kualitas air sungai itu disebabkan terjadinya pencemaran limbah industri.

‎"Selanjutnya, ke depannya, bagi perusahaan-perusahaan yang tidak berizin, kami akan tindak lanjuti, langsung tindak sesuai dengan aturan yang sudah berlaku," kata Wawan.

Sementara Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DLHK Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha mengungkapkan tiga perusahaan tersebut merupakan industri yang bergerak di bidang daur ulang plastik, peleburan ingot atau aluminium, dan pencucian (laundry) celana jeans.

Baca juga: 10 ribu liter ekoenzim dituangkan ke Sungai Jeletreng tekan pencemaran

‎"Yang disegel ada tiga perusahaan, karena tidak memiliki izin. Ketiganya berlokasi di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga," ungkapnya.

Dia mengatakan tiga perusahaan yang disegel, perusahaan daur ulang plastik dan pencucian celana jeans terbukti mencemarkan Sungai Cisadane lantaran tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.

‎"Maka dari itu langsung kita segel, untuk kepastian pencemaran dua perusahaan yaitu daur ulang plastik dan laundry terbukti, sementara peleburan ingot masih diselidiki lebih dalam," kata Wawan Gunawan.

Baca juga: KLH tunggu hasil uji laboratorium Sungai Cisadane

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |