Danantara tetapkan mitra PSEL Bekasi targetkan desain tuntas 2026

1 day ago 6

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - PT. Danantara Investment Management (DIM) menetapkan mitra pelaksana proyek pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sekaligus menargetkan pekerjaan tahap desain dapat dituntaskan tahun ini.

"Hari ini kami melaporkan kepada Plt. Bupati Bekasi bahwa proses pemilihan mitra sudah selesai sekaligus menyampaikan tahapan-tahapan percepatan menuju pembangunan proyek PSEL," kata Direktur Investasi PT. DIM Fadli Rahman di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu.

Dia menjelaskan salah satu perusahaan pengelola waste to energy terbesar asal Tiongkok 'Everbright Harmony' terpilih sebagai mitra pelaksana pembangunan PSEL Kabupaten Bekasi. Penetapan ini sekaligus menandai babak baru tahapan pekerjaan proyek strategis nasional itu.

Pihaknya usai penetapan mitra pelaksana memulai tahapan penyusunan desain dengan target tuntas tahun ini sehingga pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pengelolaan sampah ini bisa dilaksanakan akhir 2026 atau Januari 2027.

"Tahun ini kami menargetkan penyelesaian tahap desain, kemudian groundbreaking pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027. Proses pembangunan diperkirakan berlangsung dua tahun sehingga pada 2029 fasilitas ini diharapkan sudah beroperasi," katanya.

Fadli menilai kesiapan Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung pembangunan PSEL sangat baik terutama menyiapkan infrastruktur pendukung. Selanjutnya, koordinasi intensif akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan tepat waktu sesuai perencanaan.

"Kami melihat komitmen Pemkab Bekasi sangat kuat. Dengan sinergi yang terus terjalin, kami optimistis pembangunan PSEL berjalan sesuai target sehingga fasilitas ini segera beroperasi dan menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern serta berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi," ucapnya.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan telah mempersiapkan seluruh kebutuhan utama pembangunan proyek PSEL selama hampir satu tahun terakhir agar proyek strategis nasional tersebut dapat segera direalisasikan di wilayahnya.

Persiapan itu mulai dari kelengkapan berkas administrasi yang dipersyaratkan, penyediaan lahan seluas lima hektare yang kini telah menjadi aset pemerintah daerah hingga dukungan pembiayaan senilai Rp16,5 miliar untuk proses pematangan lahan.

"Kami juga memprioritaskan pelebaran akses jalan dan pembangunan jembatan menuju lokasi PSEL agar seluruh kebutuhan proyek dapat terpenuhi sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai target," ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah tetapi menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi timbulan sampah di TPA Burangkeng akibat beban produksi sampah yang mencapai 1.300 ton per hari.

"Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Karena itu seluruh tahapan persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan proyek berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi," katanya.

Asep mengungkapkan pada tahap awal operasional mendatang, fasilitas PSEL tersebut ditargetkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga kapasitas optimal seiring kesiapan sistem pengangkutan maupun operasional.

Kehadiran fasilitas PSEL dengan sistem pengelolaan sampah modern, terintegrasi dan berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang terus meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk maupun pesat aktivitas industri.

"Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai 3,4 juta jiwa serta ribuan perusahaan yang beroperasi, fasilitas PSEL menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Kabupaten Bekasi," kata dia.

Baca juga: Jumhur pimpin deklarasi menuju Bali 100 persen pilah sampah

Baca juga: Kasad dukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Bali

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |