Karawang (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan praktik premanisme dan setiap bentuk tekanan yang berpotensi mengganggu investasi tidak boleh diberi ruang, karena dapat menghambat laju investasi yang berkepanjangan.
"Kewajiban kita adalah menjaga investasi mulai dari proses perizinan sampai industrinya berdiri. Kemudian, menjaga keamanan investasi," kata Dedi Mulyadi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik alat berat LiuGong di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Ia menyampaikan iklim investasi harus terus dijaga, khususnya di wilayah Jawa Barat. Jadi praktik premanisme yang berpotensi mengganggu iklim investasi harus dihindari.
Pemerintah bersama TNI dan Polri, katanya, harus memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan investasi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok melalui intimidasi maupun pemaksaan.
"Tidak boleh ada tawar-menawar dengan orang atau kelompok yang memiliki kemampuan daya tekan hanya untuk mendapatkan konsesi. Yang disebut dengan premanisme. Kenapa? Karena akan menjadi kebiasaan yang terus-menerus. Tentu akan merepotkan dalam jangka panjang," katanya.
Baca juga: Kadin sebut RI jadi basis manufaktur perusahaan alat berat asal China
Menurut dia, kepastian berusaha menjadi faktor utama agar investasi terus mengalir ke Jawa Barat.
Pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki tanggung jawab mengawal investasi sejak tahap perizinan hingga pabrik berdiri dan beroperasi penuh.
Selain menjaga iklim investasi, Dedi juga menyampaikan saat ini Pemprov Jabar tengah memperkuat dukungan melalui pembangunan infrastruktur.
Pemprov Jabar bersama Pemkab Karawang kini sedang berupaya menangani kemacetan di akses Gerbang Tol Karawang Barat melalui pembangunan jembatan baru hingga penataan kawasan di sekitar kawasan industri agar lebih representatif.
Menurut dia, kualitas infrastruktur menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus memberikan kenyamanan bagi investor.
Sementara untuk mendukung laju investasi, Pemprov Jawa Barat menyiapkan tenaga kerja terampil melalui pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK serta mendorong transfer teknologi dari investor kepada tenaga kerja lokal, agar tidak hanya berhenti menjadi pegawai saja.
"Ke depan mulai kita berpikir, kita juga menjadi pengusaha, menjadi produsen agar ekonomi Indonesia makin kuat," katanya.
Baca juga: LiuGong memulai pembangunan Green Smart Industrial Park di Karawang
Baca juga: Transaksi Gebyar UMKM Nobar Piala Dunia Karawang tembus Rp1,2 miliar
Baca juga: Disnakertrans Karawang catat 18.679 pencari kerja per awal Juli 2026
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































