Asri Welas: Kebaya bisa mengikuti tren tanpa hilangkan nilai budaya

1 day ago 5
Kita boleh kenal kebarat-baratan, tapi kita mesti tahu budaya kita harus dipertahankan, salah satunya dengan kebaya.

Jakarta (ANTARA) - Aktris Asri Welas mengatakan kebaya tetap relevan dikenakan oleh generasi muda selama mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada busana tradisional tersebut.

"Kebaya itu bukan kekunoan tapi kekinian," kata Asri Welas dalam konferensi pers film pendek "Jalan Pulang", di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan kebaya selama ini kerap dipandang sebagai busana yang hanya dikenakan pada acara formal atau identik dengan masa lalu. Padahal, menurut dia, kebaya dapat dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian modern, sehingga tetap terlihat modis.

Ia mencontohkan dalam film "Jalan Pulang", kebaya dipadukan dengan busana kasual, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.

"Memang kekinian dipadukan dengan kekunoan menjadi sesuatu yang kece dan menjadi trendy serta fashionable. Nah itu yang mungkin dari film ini bisa disampaikan kepada generasi, keren banget pakai kebaya," ujarnya.

Asri mengatakan upaya menghadirkan kebaya dalam gaya yang lebih modern penting, agar busana tradisional tersebut tetap diminati sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

Menurut dia, setiap jenis kebaya memiliki detail dan ciri khas yang merepresentasikan daerah asalnya, sehingga keberadaannya perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Hari Kebaya Nasional, perempuan diajak lestarikan warisan budaya

"Kita boleh kenal kebarat-baratan, tapi kita mesti tahu budaya kita harus dipertahankan, salah satunya dengan kebaya," katanya lagi.

Asri mengaku memiliki kedekatan dengan kebaya sejak kecil karena telah menjadi penari sejak usia dua tahun. Selama lebih dari satu dekade bergabung dengan kelompok Swara Maharddhika Guruh Soekarnoputra, ia mempelajari beragam jenis kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa dekat dengan karakter Madam Yati yang diperankannya dalam film "Jalan Pulang", yakni seorang pemilik rumah mode kebaya yang menaruh perhatian besar pada pelestarian busana tradisional tersebut.

Ia juga mengaku masih menyimpan dan mengenakan kembali kebaya milik ibu serta neneknya, karena memiliki nilai sejarah dan cerita keluarga yang tidak tergantikan.

"Bukannya pelit, tapi brokatnya itu enggak keluar lagi di era sekarang. Jadi semakin lama kebayanya, semakin pengen aku pakainya. Karena modelnya, desainnya, sama ceritanya begitu dekat sama kita," kata Asri.

Film pendek "Jalan Pulang" diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang perdana pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya.

Film ini dibintangi antara lain oleh Sheila Dara, Widyawati, Asri Welas, dan Sharon Sitania, film tersebut mengajak masyarakat memandang kebaya sebagai busana juga sebagai warisan budaya.

Baca juga: Parade kebaya pecahkan rekor Muri, perempuan diajak lestarikan kebaya

Baca juga: Hari Kebaya Nasional, perempuan diajak lestarikan warisan budaya

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |