Tegal (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan objek wisata Guci akibat peristiwa banjir bandang yang melanda di wilayah itu, Sabtu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal M Afifudin saat dihubungi di Tegal, Sabtu, mengatakan penetapan status darurat tersebut sebagai langkah penanganan darurat yang mengalami kerusakan bangunan maupun fasilitas di kawasan objek wisata itu.
Baca juga: BNPB dampingi penanganan banjir bandang di kawasan wisata Guci Tegal
"Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak, kecuali beberapa fasilitas objek wisata dan tiga jembatan yang hilang. Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk penanganan darurat," katanya.
Beberapa fasilitas objek wisata yang rusak dan tertutup material adalah Pancoran 13, Pancoran 5, Pemandian Air Panas, sedangkan tiga jembatan yang hilang, yaitu dua jembatan yang berada di kawasan objek wisata serta jembatan penghubung Siramp dan Bumijawa.
Saat ini, debit air sungai Gung yang berada di kawasan objek wisata Guci masih terpantau normal meski curah hujan masih mengguyur di wilayah kawasan tersebut.
Ia mengatakan akibat tumpukan material berupa pasir dan batu, objek Pancuran 13, Pancuran 5, dan pemandian air panas ditutup total untuk masyarakat.
Kemudian, kata dia, sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya akan mendesain kawasan objek wisata Guci agar lebih aman pasca-bencana.
Baca juga: Pemkab tutup sementara lokasi pemandian Pancuran 13 Guci Tegal
Baca juga: Sandiaga: Insiden kecelakaan bus Guci-Tegal bisa saja dihindari
"Kami mengupayakan melakukan desain kawasan itu lebih aman pasca-bencana. Jembatan akan dibangun lagi setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026," katanya.
Menurut dia, Bupati Tegal mengarahkan kepada Camat Bojong dan Bumijawa agar masyarakat bisa menggunakan jalan lain, karena jembatan masih ditutup.
"Kemudian, 11 lokasi longsor yang terjadi di Sirampg dan Bumijawa hingga menuju wilayah Kabupaten Brebes sudah bisa dilalui kendaraan, karena sisa material yang menumpuk di jalan sekitar pukul 13.30 WIB sudah dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































