Jakarta (ANTARA) - DPP Partai Golkar menilai pemerintah berhasil menjaga ketersediaan BBM selama Lebaran 2026 sebagai bukti kuat efektivitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola sektor energi nasional.
“Keberhasilan tidak terlepas dari arahan strategis Presiden yang dijalankan secara efektif oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam memastikan pasokan tetap aman di tengah lonjakan konsumsi saat Lebaran,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi di Jakarta,Senin
Ia mengatakan periode Lebaran selalu menjadi momentum krusial bagi sektor energi karena konsumsi BBM nasional biasanya meningkat signifikan, terutama pada jenis bensin dan solar.
Namun, pemerintah mampu mengantisipasi lonjakan tersebut melalui perencanaan distribusi yang matang dan penguatan cadangan pasokan.
Ia menilai dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan yang kerap mengalami gangguan distribusi saat periode libur panjang, Indonesia justru mampu menjaga stabilitas dengan baik.
“Indonesia terbilang cukup berhasil dalam menjaga pasokan. Ini menunjukkan sistem pengelolaan energi kita semakin kuat dan adaptif,” jelasnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat selama mudik-balik, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam mengendalikan inflasi musiman.
Menurut dia, koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo serta eksekusi teknis oleh Kementerian ESDM menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut.
Ia juga menilai langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur distribusi energi, termasuk optimalisasi kilang, terminal BBM dan jaringan logistik, turut berkontribusi besar dalam memastikan pasokan tetap aman di seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya soal menjaga pasokan saat Lebaran, tetapi menunjukkan bahwa negara hadir dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Stabilitas energi adalah fondasi penting bagi stabilitas ekonomi,” kata dia.
Dirinya berharap keberhasilan ini dapat menjadi model dalam pengelolaan energi ke depan, termasuk dalam menghadapi tantangan global akibat ketidakpastian geopolitik.
“Ke depan, pola kerja seperti ini patut dipertahankan dalam memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga,” kata dia.
Baca juga: Puncak arus mudik, BPH Migas: Ketersediaan energi aman
Baca juga: BPH Migas pantau ketersediaan BBM kapal laut di Pelabuhan Merak
Baca juga: Pertamina pastikan ketersediaan BBM untuk 3,6 juta kendaraan mudik
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































