Pemanfaatan air permukaan keberpihakan PAM Jaya terhadap lingkungan

1 week ago 13

Jakarta (ANTARA) - Keputusan PAM Jaya yang mengandalkan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai atau air permukaan sebagai sumber air baku utama, tanpa melakukan pengeboran menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.

"Ini adalah bukti bahwa PAM Jaya tidak hanya berpikir soal pelayanan hari ini, tetapi juga tentang masa depan lingkungan Jakarta," kata Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kombinasi "green mindset", penguatan infrastruktur dan transformasi digital membuat PAM Jaya berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan layanan air bersih yang berkelanjutan, adil dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta.

"Tidak mengeksploitasi air tanah berarti ikut mencegah penurunan muka tanah dan kerusakan ekosistem," katanya.

Baca juga: PAM Jaya catat 1,17 juta pelanggan dengan cakupan 80,24 persen

Ia juga mengapresiasi komitmen PAM Jaya dalam mengelola sumber air baku tanpa eksploitasi air tanah.

Ia menilai "green mindset" yang diusung Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.

Sugiyanto menjelaskan, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang selama ini menghadapi persoalan penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan.

Untuk itu, pendekatan "green mindset" yang dilakukan Arief Nasrudin dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan.

"Waduk Jatiluhur adalah sumber utama air baku PAM Jaya. Maka sudah logis jika PAM Jaya juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu, termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling," katanya.

Baca juga: PAM Jaya perluas layanan air bersih ke Jaktim dan Jaksel

Hal ini bukan hanya tanggung jawab teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

Ia juga menyoroti peran aktif perusahaan daerah itu dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah tersebut memperkuat konsep "green mindset" yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam.

Selain aspek lingkungan, Sugiyanto turut mengapresiasi kinerja PAM Jaya dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih.

Ia menyebutkan, pencapaian penambahan sekitar 206.537 sambungan rumah sepanjang 2025, hingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen, merupakan prestasi yang signifikan.

"Capaian ini menjadi fondasi penting untuk menuju target layanan 100 persen pada 2029. Meski tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakannya sudah benar dan konsisten," kata dia.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |