Pelita Jaya fokus hentikan aliran bola Hangtuah dalam laga sekota

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kapten Pelita Jaya Jakarta (PJ) Andakara Prastawa Dhyaksa menyatakan timnya akan fokus menghentikan aliran bola Hangtuah Jakarta pada laga sekota Jakarta dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di PJ Arena, Jakarta, Jumat (13/2) malam.

"Kami fokus menghentikan permainan atau aliran bola mereka, bukan hanya satu orang semata," kata dia di PJ Arena, Kamis siang.

Dia menjelaskan, Pelita Jaya datang dengan modal tujuh kemenangan beruntun dan belum terkalahkan sepanjang musim berjalan.

Namun, kemenangan beruntun itu tidak membuat timnya lengah. Evaluasi tetap dilakukan, khususnya setelah PJ hampir menelan kekalahan saat menghadapi Rans Simba Bogor pada pekan kelima.

Prastawa menilai, kualitas laga sekota Jakarta sama dengan pertandingan lainnya karena setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Oleh sebab itu, pelatih selalu mengingatkan pemain agar tidak kehilangan fokus dan tetap menjalankan rencana permainan sesuai arahan (gameplan).

Baca juga: Pelita Jaya kolaborasi dengan Persija untuk bangun ekosistem olahraga

Guard bernomor punggung tujuh itu menambahkan, kondisi tim secara umum berada dalam situasi baik menjelang pertandingan.

Seluruh pemain asing dalam keadaan fit, sementara Hendrick Xavi Yonga hanya mengalami keluhan ringan pada tangan dan masih aman untuk diturunkan dalam pertandingan.

"Hangtuah sering memaksimalkan peran center Rakeem Christmas serta kontribusi pemain asing lainnya, kami juga tidak mau meremehkan pemain lokal seperti Diftha Pratama dan Januar," ujar dia.

Pelita Jaya Jakarta menargetkan kemenangan untuk memperpanjang rekor positif menjadi delapan kemenangan beruntun alias 8-0, sekaligus menjaga konsistensi performa di papan atas klasemen IBL 2026.

Baca juga: Pelita Jaya jalin kerja sama dengan Bank Jakarta

Baca juga: Kalah lawan Kesatria jadi pembelajaran penting Dewa United

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |