Menteri PANRB dukung penguatan kelembagaan dan tata telola Basarnas

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendukung transformasi organisasi di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam rangka penguatan kelembagaan dan tata kelola pelayanan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).

"Penguatan kelembagaan Basarnas merupakan bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan ketangguhan negara terhadap bencana dan kecelakaan. Penataan dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan secara nasional," kata Rini saat bertemu dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, penataan kelembagaan Basarnas diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, profesionalisme dan kecepatan respons cepat operasi SAR, sedangkan penguatan dilakukan melalui penataan struktur, pemenuhan dan peningkatan kompetensi SDM, dan penerapan digitalisasi sistem.

Rini menjelaskan, penguatan sistem SAR nasional sejalan dengan Astacita ke-8 Presiden, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan ketahanan nasional terhadap risiko bencana.

Baca juga: BPK: Penguatan Basarnas krusial hadapi peningkatan risiko bencana

Penataan Organisasi dan Tata Kerja Basarnas diawali dengan ditetapkannya Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

Basarnas merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Kedudukan ini menegaskan fungsi SAR sebagai fungsi strategis nasional.

Selain itu, Basarnas juga mengusulkan penataan organisasi pada beberapa unit pelaksana teknis (UPT) di daerah untuk mendukung kinerja dalam menjamin operasi SAR yang andal, efektif, aman dan berstandar internasional di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami berharap setelah pembahasan ini, unit-unit pelaksana teknis yang telah kita diskusikan bersama dapat memperkuat kinerja Basarnas ke depannya," kata Rini.

Baca juga: Basarnas targetkan 2026 sebagai tahun penguatan teknologi penyelamatan

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa langkah reformasi kelembagaan yang dilakukan sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Upaya reformasi yang kami lakukan diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden. Penataan organisasi dan penguatan fungsi di Basarnas menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan di bidang SAR tersebut berjalan efektif,” katanya.

Melalui pertemuan ini, Kementerian PANRB dan Basarnas berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi penataan organisasi dan tata kerja, guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan secara nasional.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |