Menko PMK: Huntara penting agar penyintas tak lama di pengungsian 

1 week ago 22

Lubuk Basung (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengatakan hunian sementara (huntara) bagian sangat penting agar penyintas tidak begitu lama tinggal di lokasi pengungsian setelah bencana melanda daerah mereka.

"Hunian sementara ini bagian sangat penting supaya penyintas tidak begitu lama tinggal di pengungsian," kata Pratikno di Lubuk Basung usai peresmian 117 hunian sementara di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (24/1).

Baca juga: Pemerintah terus kebut pembangunan huntara di Sumbar

Peresmian hunian sementara di Agam juga dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis dan lainnya.

Ia mengatakan pembangunan hunian sementara sedang dilakukan di banyak tempat di beberapa kabupaten untuk dihuni masyarakat dari pengungsi ke hunian sementara.

Pembangunan hunian sementara tersebut ada yang sudah selesai dan telah ditempati penyintas bencana.

Kemudian, mereka hidup sebagai keluarga lebih normal menjelang proses pembangunan hunian tetap.

"Hunian sementara sudah banyak dibangun dan ada sebagian penyintas sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya .

Ia menambahkan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Ketua Tim Pengarah Satgas itu, Menko PMK, Menko lainnya, Panglima TNI, Kapolri dan Menteri Keuangan.

Baca juga: Penyintas banjir bandang Palembayan Agam siap tempati huntara

Baca juga: Sumbar usulkan tambahan sekitar 500 huntara kepada Danantara

Kemudian, Ketua Pelaksana Satgas dipimpin Mendagri dan bidang-bidang diketuai oleh menteri dan kepala lembaga yang tugasnya melakukan percepatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepat-cepatnya dengan mandat membangun lebih baik yang dimulai dari infrastruktur, karena banyak sekali jalan dan jembatan yang harus diperbaiki.

Termasuk pemulihan jaringan listrik, bahan bakar minyak, banyak lahan pertanian yang rusak, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pasar.

"Kita menginginkan masyarakat menempati rumahnya masing-masing, tetapi menginginkan ekonomi mereka juga lebih baik. Hunian tetap terus dalam proses percepatan secara bersamaan dengan pemulihan ekonomi," katanya.Menko PMK, hutara Sumbar

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |