Mendiktisaintek arahkan perguruan tinggi dukung "Giant Sea Wall"

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmen untuk menggerakkan peran perguruan tinggi dan ekosistem riset dalam mendukung pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantura Jawa berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

"Ini memang tantangan besar, tetapi sekaligus membuka peluang strategis bagi pengembangan keilmuan, teknologi, dan industri nasional. Kita membutuhkan pemodelan hidrodinamika yang presisi, teknologi konstruksi pantai yang adaptif, inovasi material, hingga pemahaman sosial ekonomi masyarakat pesisir secara komprehensif," kata Mendiktisaintek di Jakarta, Selasa.

Menteri Brian menyebut saat ini pihaknya tengah mendorong para guru besar, dosen, dan peneliti di berbagai perguruan tinggi untuk melakukan riset yang relevan, baik dari aspek teknologi maupun sosial kemasyarakatan.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi nasional dalam pembangunan Giant Sea Wall, sejalan dengan arahan Presiden.

"Kita ingin pembangunan ini juga menjadi sarana transfer teknologi dan penguasaan teknologi oleh anak bangsa melalui kampus-kampus. Ke depan, kita berharap Indonesia tidak hanya mampu membangun, tetapi juga dikenal sebagai pemilik teknologi pengembangan tanggul laut," ujar Menteri Brian.

Diketahui, pembangunan Giant Sea Wall merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang juga merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), guna melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.

Sebuah nota kesepahaman (MoU) telah diteken untuk memperkuat komitmen Kemdiktisaintek dalam menggerakkan kontribusi perguruan tinggi sebagai center of excellence serta mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk pembangunan infrastruktur pesisir.

Langkah ini juga bertujuan menyediakan tenaga ahli multidisiplin, serta mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam proyek strategis nasional.

Sejumlah perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), telah terlibat aktif dalam penyediaan tenaga ahli, kajian teknis, serta pengembangan teknologi.

Keterlibatan ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang menekankan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan strategis bangsa.

Ke depan, implementasi Nota Kesepahaman ini diharapkan mampu mempercepat integrasi kebijakan dan pelaksanaan di lapangan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk pembangunan nasional.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |