Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan literasi gizi bagi guru dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Hal tersebut disampaikan Mu'ti saat ditemui setelah Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat.
"Itu untuk membantu pelaksanaan MBG di sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Jadi, supaya guru terlibat, tidak ada penambahan beban tugas guru sama sekali, itu hanya karena selama ini kan begini," katanya.
Baca juga: Pemerintah tingkatkan literasi gizi dan keamanan pangan MBG bagi guru
Mu'ti menjelaskan selama ini MBG menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah, khususnya terkait dengan tujuh kebiasaan Indonesia hebat.
"Itu kan ada bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan siang bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, tidur cepat. Nah, yang di sekolah selama ini memang belum berjalan sebagaimana mestinya, karena (MBG) hanya dibagi, dan tidak ada pendampingan dari guru," paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menegaskan MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga memiliki misi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi.
"BGN itu tidak bisa kerja sendiri. Tidak sesederhana itu tugas kami membagikan makanan kepada sekolah, bukan hanya itu, karena salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi gizi," ujar Mas Dar.
Baca juga: DPR RI: Literasi gizi orang tua kunci sukses cegah stunting lewat MBG
Baca juga: Akademisi: Komunitas & ormas berperan penting tingkatkan literasi gizi
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai gizi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat, yang diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan keluarga di rumah.
Selain literasi gizi, Mas Dar menekankan pentingnya keamanan pangan sebagai prioritas dalam pelaksanaan MBG. Guru dan tenaga kependidikan didorong memahami pemeriksaan organoleptik untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman sebelum dikonsumsi.
Melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, MBG diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih, serta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































