Media: Iran tak berencana targetkan fasilitas minyak Uni Emirat Arab

11 hours ago 4

Teheran (ANTARA) - Iran tidak memiliki rencana untuk menargetkan fasilitas minyak Uni Emirat Arab, demikian dilaporkan media pemerintah IRIB,dengan mengutip seorang pejabat militer senior Teheran.

Pernyataan narasumber tersebut disampaikan saat Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin bahwa rudal dan drone Iran menghantam lokasi-lokasi sipil.

Lebih lanjut, Kantor Media Fujairah UEA menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di Zona Industri Perminyakan Fujairah menyusul serangan Iran, yang melukai tiga orang.

Mengutip narasumber militer lainnya, IRIB menyampaikan bahwa Iran tidak memiliki rencana yang telah disusun sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak tersebut, dan justru menuduh "petualangan militer Amerika Serikat (AS)" yang telah menciptakan "jalur bagi kapal untuk secara ilegal melintasi rute terlarang di Selat Hormuz."

Narasumber tersebut menambahkan, "Apa yang terjadi merupakan hasil dari petualangan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal untuk secara ilegal melintasi rute terlarang di Selat Hormuz, dan militer AS harus dimintai pertanggungjawaban atas hal itu."

Narasumber tersebut mengatakan pejabat AS harus menghentikan "perilaku tidak terpuji berupa penggunaan kekuatan dalam proses diplomatik dan berhenti melakukan petualangan militer" di wilayah perairan Asia Barat.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan Iran merupakan eskalasi yang berbahaya dan tindakan agresi yang tidak dapat diterima yang secara langsung mengancam keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah UEA. Pernyataan itu menambahkan bahwa UEA memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan tersebut.

Menanggapi hal itu, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, mengutip pernyataan seorang narasumber militer Iran yang mengetahui persoalan tersebut, yang menyebutkan bahwa jika UEA mengambil tindakan "tidak bijaksana," maka seluruh kepentingannya akan menjadi target yang sah bagi Iran, dan tidak ada satu pun fasilitas negara itu yang akan tetap aman.

Narasumber tersebut menambahkan meski UEA belum mengeluarkan ancaman resmi, apa yang disampaikan merupakan berita yang dipublikasikan oleh media dengan mengutip sejumlah sumber.

"UEA mengetahui bahwa pihaknya sedang berada dalam posisi yang sangat rentan dan kerawanan merupakan racun mematikan bagi negara itu" tambahnya.

"Jika UEA ingin mengulangi kesalahan dalam perang 40 hari, kami akan sepenuhnya mengabaikan sikap menahan diri," imbuh narasumber tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |