Masela dan transisi energi jadi prioritas pembahasan Indonesia-Jepang

5 hours ago 1
Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan percepatan investasi transisi energi serta penyelesaian proyek strategis Blok Masela menjadi prioritas pembahasan dalam lawatannya ke Jepang bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex Blok Masela," ujar Bahlil dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah dilakukan pertemuan intensif sepanjang 2025.

Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai 20,9 miliar dolar AS, yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).

Bahlil menambahkan bahwa secara keseluruhan nilai investasi proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun, sekaligus menegaskan dominasi sektor ESDM dalam struktur investasi yang masuk.

Baca juga: Prabowo ajak pengusaha Jepang bermitra dengan Danantara

Baca juga: Presiden minta pengusaha Jepang melapor jika ada keluhan di Indonesia

Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan implementasi proyek tersebut, termasuk pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) pada tahun 2026.

"Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Bapak Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Bapak Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat," kata dia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa percepatan proyek ini akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar (giant) yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.

Selain penguatan sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Pemanfaatan energi panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin akan terus didorong selama didukung oleh teknologi yang efisien dan kompetitif.

Dalam konteks tersebut, Bahlil menegaskan bahwa percepatan transisi energi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang tidak dapat diprediksi.

"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geothermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, guna menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional di tengah dinamika geopolitik.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri gas dan transisi energi global.

Baca juga: Indonesia-Jepang sepakat percepat Blok Masela di tengah perang AS-Iran

Baca juga: Sepakati investasi 20 miliar dolar AS, Bahlil percepat proyek Masela

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |