Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disebabkan hujan deras pada Sabtu dini hari.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar di Bandung, Sabtu, korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, delapan orang, sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.
Baca juga: Polres Cimahi buka posko DVI untuk identifikasi korban longsor Cisarua
Longsor yang menimpa kawasan itu sekitar pukul 02.30 WIB menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah rusak berat. Selain itu, dilaporkan juga sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang aman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Bambang Imanudin mengatakan tim gabungan telah menyiapkan sejumlah pos untuk penanganan korban, mulai dari pos utama hingga pos lapangan di beberapa titik.
"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas," kata Bambang.
Baca juga: BPBD: Cuaca sulitkan pencarian 82 korban longsor Cisarua Bandung
Baca juga: Tim SAR cari 82 warga tertimbun longsor di Cisarua Bandung Barat
Bambang menyebutkan para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok, karena masih berada di lokasi penampungan sementara.
Menurut dia, pasokan logistik terus diupayakan agar mencukupi, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang sudah mulai disalurkan ke wilayah terdampak.
"Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk," ujarnya.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































