Libur panjang, ujian pelayanan publik

1 month ago 28

Mataram (ANTARA) - Libur Natal dan tahun baru selalu hadir dengan wajah ganda yang kontras. Ia menjadi ruang jeda yang dinanti banyak orang untuk menghela napas, pulang ke kampung halaman, atau menikmati perjalanan wisata bersama keluarga.

Pada saat yang sama, periode ini justru menandai fase paling padat bagi kerja-kerja pelayanan publik yang jarang terlihat.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), libur akhir tahun 2025–2026 memperlihatkan kenyataan bahwa kualitas liburan tidak hanya ditentukan oleh indahnya objek wisata atau ramainya agenda wisata, melainkan oleh kesiapan negara dalam menjaga rasa aman, nyaman, dan kepastian layanan bagi warganya.

Lonjakan mobilitas membuat ritme wilayah bergerak lebih cepat dari biasanya. Bandara dan pelabuhan dipadati penumpang, jalan-jalan utama semakin sibuk, sementara kawasan wisata kembali menjadi pusat keramaian.

Di balik geliat itu, kebutuhan dasar masyarakat justru berada pada titik paling sensitif. Transportasi, keamanan, kebersihan, hingga layanan kesehatan diuji dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, libur panjang bukan sekadar peristiwa pariwisata musiman, melainkan ujian menyeluruh bagi tata kelola pelayanan publik dan kehadiran negara di saat paling dibutuhkan.


Listrik

Salah satu wajah paling nyata dari kehadiran negara saat libur panjang adalah listrik. Di tengah hujan, angin, dan tingginya konsumsi energi, pasokan listrik menjadi fondasi dari hampir seluruh aktivitas masyarakat.

Di NTB, kesiapsiagaan kelistrikan selama Natal dan tahun baru menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak mengenal hari libur. Ratusan personel disiagakan, puluhan posko aktif selama 24 jam, dan sistem pemantauan real time dioperasikan untuk memastikan tidak ada gangguan berarti.

Keandalan listrik pada momen keagamaan dan libur panjang memiliki makna yang lebih luas dari sekadar teknis. Ia menjaga ruang ibadah tetap khidmat, aktivitas ekonomi tetap bergerak, dan kawasan wisata tetap hidup.

Dalam konteks pariwisata, listrik yang stabil adalah prasyarat pengalaman. Wisatawan mungkin tidak mengingat siapa yang menyiagakan sistem, tetapi akan selalu mengingat ketika listrik padam di momen krusial.

Menariknya, libur akhir tahun kali ini juga menandai penguatan arah kebijakan energi bersih. Peresmian pusat pengisian kendaraan listrik di pusat aktivitas kota menunjukkan bahwa pelayanan publik mulai membaca perubahan zaman.

Kendaraan listrik bukan lagi isu masa depan, tetapi realitas mobilitas hari ini. Kehadiran infrastruktur ini pada momen libur panjang mengirim pesan bahwa NTB tidak hanya bersiap menghadapi lonjakan hari ini, tetapi juga menata fondasi untuk pola mobilitas esok hari.

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |