Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data, termasuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adela menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, saat mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).
"Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan," katanya.
Menurut Adela, hasil sensus akan memberikan gambaran terkini mengenai dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, termasuk perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.
Ia menilai data sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, penentuan prioritas anggaran, evaluasi program pemerintah, serta mendukung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPR RI.
Adela mengatakan salah satu fokus utama Sensus Ekonomi 2026 ialah menghasilkan data yang lebih komprehensif mengenai kondisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 65 juta unit UMKM di Indonesia.
Oleh karena itu, menurut dia, akurasi data melalui sensus sangat penting agar kebijakan pemberdayaan pelaku usaha sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas BPS karena kerahasiaan informasi dijamin oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Adela mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Baca juga: Mengetuk pintu demi data untuk menjaga arah kebijakan negara
Baca juga: BPOM siap wajibkan pengisian Sensus Ekonomi 2026 untuk perizinan
Baca juga: Menaker: Sensus Ekonomi perkuat penyusunan kebijakan ketenagakerjaan
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































