Kemenkes: 235 staf Bakom RI ikut CKG, cegah penyakit kronis sejak dini

1 day ago 9
Pegawai yang sehat adalah modal utama sebuah institusi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas jangkauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke lingkungan perkantoran berintensitas kerja tinggi, dan 235 pegawai Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Kantor Bakom RI.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan di Jakarta, Rabu, deteksi dini di tempat kerja merupakan langkah krusial untuk mencegah penyakit kronis berkembang tanpa disadari.

"Pegawai yang sehat adalah modal utama sebuah institusi. Lewat CKG, kita ingin memastikan tidak ada penyakit yang ditemukan saat kondisi sudah parah. Deteksi dini itu murah, bahkan gratis. Yang mahal itu jika terlambat tahu," ujar Kunta.

Dia menyebutkan, program kolaborasi Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan Puskesmas Kecamatan Gambir ini menyasar tenaga profesional dan aparatur negara yang sehari-hari menghadapi tingkat stres serta ritme kerja tinggi.

Baca juga: Cakupan CKG capai 73,8 juta per Juli 2026

Hingga akhir Juli 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 73,8 juta penduduk telah memanfaatkan layanan CKG, melanjutkan capaian 70,3 juta peserta sepanjang 2025. Pemerintah menargetkan layanan ini dapat menjangkau 130 juta penduduk (46 persen populasi) pada akhir 2026.

Meski demikian, pihaknya mengidentifikasi hambatan psikologis di masyarakat. Berdasarkan survei Kemenkes dan Omnibus Nielsen Kuartal II 2026, alasan utama warga enggan mengikuti CKG adalah rasa takut mengetahui penyakit yang diidap, merasa diri masih sehat, serta keterbatasan waktu.

Padahal, data CKG menunjukkan penyakit tidak terinfeksi seperti hipertensi dan gula darah tinggi sudah banyak mengincar usia produktif hingga anak-anak. Lebih dari 6 juta orang dewasa dan 693 ribu anak tercatat mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal.

"Angka-angka ini mencerminkan gaya hidup kita. Oleh karena itu, arah pembangunan kesehatan kita ubah dari kuratif (mengobati saat sakit) menjadi preventif dan prediktif (mencegah sejak awal)," kata Kunta.

Baca juga: Kemenkes: CKG jawab isu kesehatan modern tingkatkan harapan hidup

Kepala Sekretariat Bakom RI Kreestianawati, menjelaskan, peserta CKG terdiri atas 157 tenaga profesional, 31 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 47 tenaga sosial, dengan komposisi 168 laki-laki dan 67 perempuan.

Pemeriksaan meliputi tujuh jenis layanan, yakni antropometri (pengukuran status gizi), tekanan darah, gula darah, mata, telinga, gigi dan mulut, serta skrining Tuberkulosis (TBC) dan penyakit kulit. Khusus peserta perempuan, disediakan layanan periksa payudara oleh tenaga kesehatan (SADANIS) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.

"Harapan kami sederhana: pegawai tahu kondisi tubuhnya, sadar pentingnya periksa berkala, dan menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan tahunan. Pegawai yang sehat pasti produktivitasnya meningkat," katanya.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengapresiasi langkah Kemenkes dalam mengintervensi kesehatan di lingkungan kerjanya. Dia mengakui ritme kerja komunikasi publik menuntut jam kerja panjang dan mobilitas tinggi.

"Sebagai lembaga yang bertugas mengelola komunikasi pemerintah, kami paham betul ritme kerja harian yang sangat padat. CKG ini bentuk kepedulian lembaga terhadap aset paling berharga, yaitu para pegawai," tutur Qodari.

Qodari menambahkan, Bakom RI turut mendukung penguatan program CKG yang merupakan salah satu prioritas Presiden dalam Asta Cita ke-4 dengan memproduksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) guna meningkatkan kesadaran publik.

Baca juga: Bakom: CKG sekolah temukan mayoritas siswa alami masalah gigi

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |