Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pemerintah ingin peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi perayaan yang lebih dekat dengan rakyat melalui ruang partisipasi publik yang terbuka dan inklusif.
"Pemerintah sangat menginginkan agar peringatan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda dan lebih dekat di hati rakyat. Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif," kata Qodari dalam pernyataan video yang diterima, Rabu.
Qodari mengatakan pemerintah menginginkan peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Kuota undangan upacara HUT Ke-81 RI hari pertama langsung penuh
Menurut dia, semangat tersebut mulai diwujudkan dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pemilihan logo resmi HUT Ke-81 RI.
"Semangat kebersamaan ini perlahan sudah kita mulai dari hal yang sangat bermakna, yakni dengan melibatkan masyarakat luas secara langsung dalam pemilihan logo resmi hari ulang tahun ke-81 RI. Ini adalah langkah awal yang indah," ujarnya.
Qodari juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan HUT Ke-81 RI sebagai pijakan untuk memperkuat kembali semangat gotong royong dan optimisme dalam melanjutkan pembangunan.
Tahun ini, peringatan HUT Ke-81 RI mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Menurutnya, tema tersebut merupakan pengingat bahwa cita-cita para pendiri bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras dan kerja bersama seluruh elemen bangsa.
Selain upacara kenegaraan, pemerintah akan menggelar Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia.
Baca juga: Pendaftaran upacara HUT RI di Istana dibuka, ini dokumen yang wajib disiapkan
Kegiatan itu akan diisi panggung hiburan rakyat, perlombaan tradisional, berbagai pertunjukan, hingga penyediaan ratusan ribu porsi makanan gratis.
"Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali," katanya.
Dia pun mengajak masyarakat menyemarakkan bulan kemerdekaan di lingkungan masing-masing melalui berbagai kegiatan yang menghangatkan kebersamaan, mendorong kreativitas generasi muda, menggerakkan ekonomi warga lokal, serta memperkuat kepedulian sosial antarsesama.
"Mari kita melangkah bersama bersatu padu menyambut Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Qodari.
Baca juga: Pemerintah perpanjang WFH ASN hingga akhir September 2026
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































