Tokyo (ANTARA) - Tiga singa betina di Kebun Binatang Tama Tokyo di Jepang mati dalam sepekan terakhir yang diduga akibat cuaca panas ekstrem, menurut pihak kebun binatang pada Selasa (4/8).
"Pemeriksaan postmortem mengungkapkan ketiga hewan tersebut mengalami dehidrasi sistemik dan kegagalan beberapa organ. Kami meyakini cuaca panas juga berdampak pada kondisi mereka," menurut pernyataan kebun binatang tersebut.
Sejak pertengahan Juli, banyak singa di kebun binatang tersebut menunjukkan tanda-tanda lemas dan kehilangan nafsu makan.
Pada 22 Juli, 10 dari 16 singa memerlukan perawatan, yang beberapa di antaranya memburuk hingga kehilangan nafsu makan, sehingga tidak mampu berdiri dan pingsan.
Baca juga: Badan meteorologi Jepang perkirakan cuaca panas berbahaya berlanjut
Meskipun telah dilakukan tindakan pendinginan, pemberian terapi cairan, dan pengobatan; pihak kebun binatang tersebut menyatakan ada tiga singa akhirnya mati.
Singa itu ialah Mugi berusia tiga tahun mati pada 28 Juli, Ichigo berusia 11 tahun mati pada 31 Juli, dan Luena berusia 15 tahun mati pada 2 Agustus. Disebutkan pula ada tiga singa lain masih dalam kondisi kritis dan tidak mampu berdiri, sementara empat lainnya sudah membaik.
Sejak 23 Juli lalu, pihak kebun binatang menghentikan dan belum akan melanjutkan pertunjukan singa. Diketahui Kebun Binatang Tama saat ini memiliki 13 ekor singa.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Gelombang panas landa Jepang, 261 orang dilarikan ke rumah sakit Tokyo
Baca juga: Jepang keluarkan peringatan panas ekstrem di 41 prefektur
Baca juga: Tiga kota di Jepang perdana alami panas ekstrem 'kokushobi'
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































