PBB prihatin krisis bahan bakar di Kuba

1 day ago 9

PBB (ANTARA) - PBB menyatakan keprihatinan atas krisis bahan bakar yang terjadi di Kuba.

"Dalam beberapa hari terakhir, tentu saja, seperti yang anda perhatikan, terdapat beberapa masalah nyata dalam krisis bahan bakar, dan kami menyampaikan kekhawatiran kami atas hal tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, kami mencatat sejumlah progres dalam mendapatkan sejumlah kecil bahan bakar, dan kami masih terus berupaya," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq pada Selasa (4/8).

Haq menambahkan PBB telah berbicara ke berbagai negara untuk membantu Kuba agar menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan bagi keperluan kemanusiaan.

Pada akhir Januari, Amerika Serikat mengizinkan bea masuk impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba.

Baca juga: Kuba kembali dilanda pemadaman listrik nasional

AS juga menyatakan status darurat atas dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS. Kuba menyatakan AS menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomian dan memperburuk kondisi kehidupan warga Kuba.

Langkah tersebut dinilai telah memperburuk krisis bahan bakar dan berdampak pada pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, perawatan kesehatan, serta pendidikan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​Baca juga: Presiden Kolombia akan ke Kuba sebagai solidaritas tolak ancaman AS

Baca juga: Kuba sebut sanksi AS hambat ribuan kargo masuk

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |