Kota pedalaman di China jadi pusat produksi kok bulu tangkis dunia

2 months ago 25

Hefei (ANTARA) - Para pencinta olahraga bulu tangkis di Indonesia mungkin pernah "menjalin" ikatan dengan sebuah kota di China timur lewat kok yang digunakan dalam pertandingan mereka.

Kota Lu'an di Provinsi Anhui, China, sudah lama menjadi salah satu pusat produksi kok bulu tangkis utama di China bahkan dunia, berkat spesies angsa khas lokal, angsa putih Wanxi, yang memiliki bulu halus, namun, kuat. Kota itu pun sudah membentuk rantai nilai yang utuh dalam bidang bulu tangkis.

Berkat bulunya yang berkualitas tinggi, angsa putih Wanxi tercatat sebagai spesies khas daerah yang patut dilindungi dalam Daftar Konservasi Sumber Pewarisan Ternak dan Unggas Tingkat Nasional China, dan menjadi sumber penting untuk memproduksi kok bermutu.

Lu'an Xinglong Sports Equipment Co., Ltd. adalah salah satu pemasok merek kok bulu tangkis terkenal, yaitu RSL. "Bulu dari angsa putih Wanxi merupakan material tingkat tinggi di bidang pembuatan kok bulu tangkis, karena cukup tangguh dan bisa dipakai dalam jangka waktu lebih lama," papar Li Xingxing, manajer umum Xinglong.

Menurut Jiang Weijun, penanggung jawab dari Anhui Zhanyu Ecological Agriculture Development Co., Ltd., salah satu perusahaan terkemuka dalam pembiakan angsa di Lu'an, setiap angsa putih Wanxi memiliki periode pertumbuhan lebih dari 200 hari dan lapisan bulu di setiap ekor unggas itu lebih tebal.

Menurut sejumlah catatan sejarah, warga Lu'an menjinakkan dan mengembangkan penangkaran spesies angsa putih Wanxi sejak era Dinasti Ming (1368-1644). Spesies ini menjadi unggul berkat iklim lokal yang sesuai dan sejumlah produk pertanian lokal yang sangat cocok dijadikan pakan angsa.

Kota pedalaman di China jadi pusat produksi kok bulu tangkis dunia. (ANTARA/Xinhua)

"Kami sudah mengembangkan produksi massal di Lu'an dengan output tahunan sekitar 14 juta ekor. Namun, bulu dan down dari angsa ini masih kurang untuk memenuhi permintaan," kata Jiang.

Sumber angsa yang unggul menjadi prasyarat untuk pengembangan industri lebih lanjut. Di Xin'an, Distrik Yu'an, sebuah kota kecil dengan luas sekitar 74 kilometer persegi, pabrik-pabrik dari merek besar seperti RSL, Yonex, dan Kawasaki beroperasi dengan kapasitas tinggi.

Lu'An Yuxiang Sports Equipment Co., Ltd. adalah salah satu basis produksi untuk Yonex dengan output kok tahunan sekitar 800 ribu tabung dengan nilai melampaui 100 juta yuan (1 yuan = Rp2.352).

Kota pedalaman di China jadi pusat produksi kok bulu tangkis dunia. (ANTARA/Xinhua)

Teknologi tinggi turut memberi dorongan bagi perusahaan itu. Dengan sebuah mesin penyortiran bulu, para pekerja hanya perlu meletakkan bulu-bulu di sebuah alat penyaring pada mesin tersebut.

Bulu-bulu itu langsung dikirim ke lini pemeriksaan dan mesin itu memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mengklasifikasikan level bulu berdasarkan ukuran, kekuatan, dan sejumlah indikator lainnya. Setelah proses itu, setiap gelombang bulu ditempatkan di 21 kotak pengumpulan.

Zhang Xinsheng, penanggung jawab dari Yuxiang, menyatakan mesin itu dapat menyortir 250 ribu helai bulu per hari, dibandingkan 20 ribu per orang sebelumnya, dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Zhang juga menyebutkan bahwa perusahaan itu sedang merancang lengan robot otomatis guna semakin meningkatkan efisiensi produksi.

Kota pedalaman di China jadi pusat produksi kok bulu tangkis dunia. (ANTARA/Xinhua)

Di Kota Xin'an saja, nilai industri terkait bulu angsa per tahun melampaui 1 miliar yuan. Sejumlah besar produk sudah memasuki pasar-pasar di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara-negara lainnya di mana bulu tangkis menjadi olahraga favorit warga.

Tidak hanya bulunya, angsa lokal yang unggul membawa kemakmuran bagi warga lokal dengan menyediakan down jas mantel, hati angsa yang lezat, dan sebagainya. Data resmi menunjukkan bahwa pada 2024, nilai industri angsa secara keseluruhan di Lu'an mencapai 18,9 miliar yuan.

Berkat angsa, Lu'an, yang merupakan kota pedalaman di China, kini semakin terkenal di tingkat internasional.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |