Khofifah penuhi panggilan KPK di sidang dana hibah

2 hours ago 1

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi tambahan dalam sidang dugaan korupsi dana hibah Pokok Pikiran DPRD Jatim 2019 di Pengadilan Negeri Tipikor.

Khofifah tiba di PN Tipikor Sidoarjo, Kamis, sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung menuju ruang sidang Cakra setelah menyapa awak media yang telah menunggu kedatangannya.

Majelis hakim yang diketuai Ferdinand Marcus L. S.H., M.H., kemudian membuka persidangan dan meminta JPU KPK menghadirkan saksi.

Jaksa selanjutnya memanggil Khofifah Indar Parawansa untuk memasuki ruang sidang. Ia duduk di kursi persidangan dan diambil sumpahnya sebagai saksi di hadapan majelis hakim.

Kedatangan Khofifah di PN Tipikor disambut ratusan orang yang tergabung dalam Barisan Gus dan Santri serta Muslimat.

Kepala Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur Adi Sarono turut mendampingi saat Gubernur Jawa Timur tiba di pengadilan.

Khofifah dipanggil sebagai saksi tambahan atas permintaan Ketua Majelis Hakim Ferdinand Marcus L., S.H., M.H. Agenda pemeriksaan sebelumnya dijadwalkan pada 5 Februari 2026.

Namun ia berhalangan hadir karena menghadiri Sarasehan Kebangsaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Surabaya, Sidang Paripurna DPRD Jatim, serta persiapan kunjungan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama di Kota Malang.

Pada persidangan tersebut, Gubernur Jawa Timur memberikan keterangan untuk mengklarifikasi pernyataan almarhum Kusnadi sebagaimana tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya dibacakan dalam persidangan.

Baca juga: KPK umumkan penjadwalan ulang Gubernur Jatim Khofifah pada Kamis

Baca juga: KPK sebut Gubernur Jatim Khofifah meminta ditunda jadi saksi

Baca juga: KPK hadirkan Gubernur Jatim Khofifah di sidang dana hibah pada Kamis

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |