Kepala BRIN tekankan urgensi riset kesehatan berbasis "One Health"

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menekankan pentingnya riset di bidang kesehatan dengan mengedepankan konsep One Health yang menyeimbangkan dan mengoptimalkan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem lingkungan.

Dalam seminar di Jakarta, Kamis, Arif menyebut saat ini terdapat berbagai jenis penyakit yang bersifat zoonosis atau bersumber dari hewan yang menular kepada manusia, melalui berbagai interaksi antara keduanya.

"Kalau kita bisa memprediksi penyakit-penyakit masa depan, saya kira akan sangat bagus sekali. Dalam hal ini kita harus mengacu pada One Health juga, karena sumber penyakit masa depan akan sangat tergantung pada zoonosis, pada penyakit-penyakit yang dari hewan," kata Arif.

Arif menegaskan riset kesehatan berbasis One Health di era ini tidak dapat diabaikan.

Untuk mendorong riset berbasis One Health, ia menyebut adanya riset kedokteran presisi atau presicion medicine berbasis data genomik populasi Indonesia diperlukan untuk mengumpulkan data farmakogenomik, kemudian penyakit genetik, serta nutrigenomik yang diprediksi menjadi tren kesehatan di masa depan.

Baca juga: BRIN buka akses laboratorium dan teknologi untuk riset genomik

"Dengan demikian, memang advice-advice terkait dengan soal perbaikan gizi memang nanti ke depan akan sangat tergantung pada bagaimana kondisi genom kita," ujarnya.

Ke depan, Arif menargetkan data biobank nasional dan data riset genomik nasional melalui repository ilmiah nasional bisa segera diwujudkan oleh negara melalui BRIN.

Menurut dia, hal ini penting dalam mendukung kemandirian riset vaksin, diagnostik molekuler, dan terapi berbasis pada genomik.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut pemerintah akan membuat konsorsium riset untuk memperkuat BGSI untuk menangani berbagai jenis penyakit yang dinilai sulit ditangani secara lebih presisi.

Baca juga: BRIN memfokuskan riset genomik untuk mitigasi pandemi

Adapun Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga kesehatan publik sebagai upaya mencapai Indonesia Emas 2045, dan teknologi BGSI menawarkan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang sesuai dengan masing-masing individu.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |