Kaji Ipuk dan ritme baru parlemen kota

10 hours ago 5
Perjalanan Kaji Ipuk dari kader akar rumput hingga Ketua DPRD menyimpan satu pelajaran penting bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang proses panjang membangun kepercayaan.

Surabaya (ANTARA) - Di sebuah ruang sidang yang tak asing bagi langkahnya, perjalanan panjang itu seperti menemukan titik temu. Rabu, 6 Mei 2026, menjadi penanda baru ketika Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya.

Bagi sebagian orang, jabatan itu mungkin terlihat sebagai puncak. Namun bagi pria yang akrab disapa Kaji Ipuk ini, titik itu justru lebih menyerupai simpul dari perjalanan panjang yang dimulai dari bawah, dari kerja-kerja sunyi seorang kader.

Jejaknya tidak lahir dari panggung besar. Ia tumbuh dari struktur paling dasar partai, dari ranting ke anak cabang (PAC), hingga ke tingkat cabang (DPC).

Dalam tradisi politik yang sering kali melompat cepat, jalur yang ditempuhnya justru mencerminkan proses panjang yang bertahap. Ia mengenal denyut organisasi dari bawah, memahami bagaimana mesin politik bekerja, sekaligus merasakan langsung bagaimana aspirasi warga dikumpulkan, disaring, dan diperjuangkan.

Dalam struktur internal Partai Demokrasi (PDI) Perjuangan Surabaya, Kaji Ipuk bukan sosok baru. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC dua kali, pertama di era kepemimpinan almarhum Wisnu Sakti Buana, lalu kembali dipercaya pada masa Armuji. Posisi ini bukan sekadar administratif, melainkan simpul koordinasi politik yang menghubungkan kader, kebijakan partai, dan strategi elektoral.

Dari sini terlihat satu hal penting bahwa kepemimpinannya tidak lahir dari momentum instan, melainkan dari akumulasi kepercayaan organisasi. Dalam politik lokal yang dinamis, rekam jejak seperti ini menjadi modal sosial yang tidak kecil.

Namun, perjalanan itu tidak berhenti di struktur partai. Tahun 2009 menjadi pintu masuknya ke lembaga legislatif. Sejak saat itu, ia bertahan selama tiga periode berturut-turut sebagai anggota DPRD Surabaya, hingga kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan raihan lebih dari 13 ribu suara di daerah pemilihannya.

Konsistensi ini menunjukkan bahwa basis dukungannya tidak semata dibangun oleh mesin partai, tetapi juga oleh kedekatan dengan pemilih.

Baca juga: PDIP tetapkan Syaifuddin Zuhri jadi Ketua DPRD Surabaya periode 2024-2029

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |