KAI: Area bawah jalan layang bisa jadi ruang olahraga anak

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyatakan ruang di bawah jalan layang kereta api yang dikelola melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, termasuk untuk kegiatan olahraga anak-anak.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan pemanfaatan area tersebut telah diatur melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT KAI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Sudah ada kerja sama tiga instansi mengenai pemanfaatan di bawah jalan layang kereta api sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk kegiatan anak-anak bermain," kata Franoto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, ruang publik yang berada di bawah jalan layang kereta tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas olahraga.

Dengan adanya kerja sama pemanfaatan ruang di bawah jalan layang kereta sebagai RPTRA, PT KAI berharap aset perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk menjadi ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas dan berolahraga.

"Jadi bisa dimanfaatkan juga untuk anak-anak bermain sepak bola atau olahraga lainnya," ujar dia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah fasilitas olahraga bagi anak-anak sebagai respons atas maraknya fenomena "liga aspal" atau kompetisi sepak bola yang dimainkan di jalan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai fenomena liga aspal menunjukkan masih terbatasnya fasilitas olahraga di ibu kota.

Meski kegiatan tersebut menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak, menurut dia kondisi itu menjadi perhatian pemerintah untuk menyediakan sarana olahraga yang lebih memadai.

Pemprov DKI Jakarta pun berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih layak agar anak-anak memiliki ruang bermain yang aman sekaligus mendukung pembinaan olahraga di lingkungan permukiman.

"Walaupun belum semuanya bisa dilakukan, tetapi beberapa sekarang ini kami bangunkan kembali," jelas Pramono.

Seperti diketahui, fenomena liga sepak bola jalanan mulai marak di permukiman padat Jakarta, seperti Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat dan Liga Aspal di Menteng Jaya, Jakarta Pusat.

Kedua liga swadaya warga tersebut muncul dari keresahan atas mahalnya sewa lapangan futsal, serta minimnya ruang terbuka hijau di kampung padat penduduk.

Baca juga: Pramono sebut fenomena liga aspal dipicu minimnya fasilitas ibu kota

Baca juga: KAI Cirebon pastikan seluruh sarana laik operasi sesuai hasil uji DJKA

Baca juga: KAI Jakarta angkut 71.860 ton peti kemas sepanjang 2026

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |