Iran sebut belum ada negosiasi dengan AS, terbatas pada mediator

5 hours ago 1

Istanbul (ANTARA) - Iran mengatakan pada Senin bahwa mereka belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa kontak yang terjadi baru sebatas pesan yang disampaikan melalui pihak perantara.

“Pertama, kami sejauh ini belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang telah dibahas adalah pesan-pesan yang kami terima melalui mediator yang menunjukkan keinginan Amerika Serikat untuk bernegosiasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim.

Baqaei juga mempertanyakan kredibilitas klaim Amerika Serikat terkait upaya diplomatik untuk mengakhiri perang dengan Iran.

“Saya tidak tahu berapa banyak orang di Amerika Serikat yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika. Misi kami jelas, tidak seperti pihak lain, yang terus-menerus mengubah posisinya,” ucapnya.

Ia mengatakan Iran telah mempertahankan sikap yang konsisten sejak awal dan sepenuhnya menyadari kerangka pendekatan yang diambilnya, serta menyebut proposal yang diterima sebagai “berlebihan dan tidak realistis.”

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa pertemuan yang diselenggarakan oleh Pakistan diorganisir secara “mandiri” dan Iran tidak berpartisipasi di dalamnya.

“Baik jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang, tetapi mereka harus memahami dengan jelas siapa yang memulainya,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Minggu mengatakan bahwa Islamabad akan “merasa terhormat” untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi yang lebih luas. Negara Asia Selatan tersebut juga menjadi tuan rumah pertemuan empat menteri luar negeri sebagai bagian dari upaya mediasi.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong upaya diplomatik, dengan mediator termasuk Pakistan, Turkiye, dan Mesir terlibat dalam kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran.

Meski terjadi eskalasi, ia mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran melalui “utusan” Pakistan mengalami kemajuan, dan menambahkan bahwa kesepakatan bisa dicapai cukup cepat.

Ketegangan regional terus meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |