Baghdad (ANTARA) - Irak berencana segera memulai pembangunan pipa minyak baru menuju Suriah dan Turki guna mendiversifikasi rute ekspor hidrokarbon, kata juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Salim al-Rikabi kepada RIA Novosti, Selasa (4/8).
"Langkah selanjutnya adalah merampungkan seluruh prosedur untuk memulai pembangunan pipa minyak baru Basra-Haditha, yang selanjutnya akan terhubung ke Ceyhan di Turki dan Baniyas di Suriah," kata al-Rikabi saat menanggapi pertanyaan mengenai langkah pemerintah Irak berikutnya setelah tercapainya kesepakatan dengan Ankara dan Damaskus.
Pada 1 Agustus, Irak dan Turki menandatangani kesepakatan mengenai pengangkutan minyak mentah Irak melalui pipa menuju Pelabuhan Ceyhan. Dokumen tersebut menetapkan laju aliran minimum sebesar 750.000 barel per hari.
Pada 17 Juli di Washington, Irak dan Suriah menandatangani nota kesepahaman mengenai pemulihan pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.
Sektor perminyakan Irak terdampak serius akibat konflik di Teluk Persia dan penutupan de facto Selat Hormuz, jalur yang selama ini dilalui sebagian besar ekspor minyak Irak.
Karena itu, pemerintah Irak berupaya meningkatkan ekspor minyak melalui rute-rute alternatif.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: IEA: Konsumsi minyak dunia mulai turun di tengah krisis Timteng
Baca juga: Iran mulai pulihkan fasilitas minyak, gas yang rusak akibat serangan
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































