Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, perlu kerja sama dan penanganan bertahap untuk menangani banjir di daerah itu baik mulai dari jangka pendek, maupun menengah dan panjang.
"Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan," kata Pramono di Jakarta, Sabtu.
Pramono menyampaikan bahwa penyumbatan sampah di sungai telah mengalami penurunan signifikan dan kali ini banjir yang terjadi lebih disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.
Ia mengungkapkan bahwa Pemprov DKI sudah memetakan penanganan banjir mulai dari jangka menengah, pendek dan jangka panjang.
Menurut dia, normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut dan Sungai Cakung Lama menjadi upaya penanganan banjir jangka menengah dan panjang.
Sementara penanganan jangka pendek dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembersihan saluran air, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan 'work from home' (kerja dari rumah) dan 'school from home' (sekolah dari rumah) telah kami setujui dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja," katanya.
Sebelumnya, sejak Jumat (23/1) hingga Sabtu pagi ini banjir masih berlangsung pada banyak titik di seluruh Jakarta akibat curah hujan ekstrem dan luapan sungai.
Akibatnya, lebih dari 125–143 rukun tetangga (RT) terdampak di berbagai wilayah termasuk Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Utara dan Pusat.
Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 1,2 meter di beberapa lokasi, jalan-jalan utama tergenang memicu gangguan transportasi dan kemacetan besar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengimbau kerja dari rumah (work from home/WFH) dan belajar dari rumah sampai minimal 27 Januari 2026 demi keselamatan dan mengurangi kepadatan lalu lintas.
Polisi dan tim SAR dikerahkan membantu lalu lintas, evakuasi dan keamanan warga terdampak.
Hujan deras yang tak kunjung berhenti dan meluapnya sungai-sungai besar di Jakarta menjadikan titik banjir semakin luas.
Curah hujan berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi genangan dan luapan sungai masih mungkin meningkat.
Baca juga: DKI tambah empat pompa di Rawa Buaya Jakbar
Baca juga: Akibat banjir, ratusan warga Bidara Cina mengungsi ke tiga lokasi
Baca juga: TNI-Polri pantau warga terdampak banjir di Bidara Cina Jaktim
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































