Hoaks! Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

23 hours ago 9

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Threads menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Menteri Agama kecewa masyarakat tak mendukung kumpulkan dana 1000 Triliun

Jika tak percaya dengan ahli agama itu sama saja tak percaya dengan danya pahala dan akhirat”

Namun, benarkah Menteri Agama kecewa masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun?

Unggahan yang menarasikan Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun. Faktanya, Kementerian Agama membantah pernyataan tersebut. (Threads )

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Rating: Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |