Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) menyambut baik gagasan guru besar dari Universitas Flinders, Martin Polkinghorne mengenai restitusi serta repatriasi cagar budaya bawah air sekaligus memetakan potensi multipplier dari proyek tersebut.
"Proyek ini sejalan dengan apa yang dikerjakan oleh Kementerian Kebudayaan untuk restitusi, repatriasi, dan restorasi objek budaya yang merupakan milik Indonesia,” ujar Menbud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Martin memaparkan projek rencana kolaborasi yang bertajuk “Reuniting Orphaned Cargoes: Recovering Cultural Knowledge from Salvaged and Dispersed Underwater Cultural Heritage in Southeast Asia”.
Tema besar tersebut mengarah pada tiga topik diskusi utama, pertama, komitmen untuk mendukung restitusi benda-benda cagar budaya bawah air ke lokasi asalnya dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, salah satunya ialah Kementerian Kebudayaan.
Kedua, memperluas peluang studi di bidang arkeologi. Ketiga, membangun kapasitas museum sebagai upaya pelestarian dan penyajian koleksi benda cagar budaya bawah Air guna memperkuat pariwisata budaya dan mendorong keberlanjutan masyarakat lokal setempat.
Ia menekankan perhatian besar terhadap keberlanjutan cagar budaya bawah air, potensi pariwisata yang berkelanjutan, dampak terhadap masyarakat lokal lewat aktivasi seperti lokakarya, serta membangun narasi yang menarik tentang artefak keramik.
Baca juga: Fadli Zon lanjutkan program repatriasi benda bersejarah asal Indonesia
Hal ini berangkat dari banyaknya titik kapal karam yang tersebar di Nusantara dan berpotensi berkaitan dengan jalur rempah yang melintasi Indonesia.
“Flinders University menerima keramik peninggalan dari Indonesia, kami juga mengembangkan program bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Kami meneliti koleksi yang ada di Adelaide untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya dan belajar tentang jalur rempah Indonesia,” ujar Martin.
Martin bersama Nia Naelul Hasanah Ridwan dan Zainab Tahir, arkeolog maritim Kementerian Kelautan dan Perikanan, telah melakukan penelitian arkeologi di sejumlah titik Indonesia, seperti Belitung dan Kepulauan Riau.
Ke depan, ia ingin memperluas kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan serta mengembalikan artefak di Australia ke Indonesia.
“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, sekaligus melanjutkan kolaborasi dengan lembaga lain dan sejumlah universitas, serta memperluas jaringan dengan institusi pendidikan di Indonesia,” ucapnya.
Menbud menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan ekosistem permuseuman secara menyeluruh.
Baca juga: Fadli: Pameran seni jadi panggung buat pegiat budaya unjuk karya
Baca juga: Menbud ungkap dukungan Presiden Prabowo pada industri film RI
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































