Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong masyarakat berkontribusi membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
"Dengan memanfaatkan lahan sempit di rumah untuk menanam sayur dan beternak skala kecil, kita tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga memastikan gizi keluarga terpenuhi dengan baik," kata Fikri dikutip di Jakarta, Selasa.
Ia pun mendorong pemanfaatan pekarangan itu dengan menyalurkan bantuan stimulan berupa benih lele, bibit ayam, dan benih sayur, selama masa reses berlangsung di Tegal. Bantuan itu diharapkan dapat membentengi masyarakat dari ancaman kelumpuhan logistik akibat krisis energi global.
Baca juga: Kemendes: Pemanfaatan pekarangan hasilkan pangan bergizi bagi keluarga
Berikutnya Fikri memaparkan posisi Indonesia pada saat ini rentan terhadap gejolak geopolitik. Meskipun sektor pangan nasional berstatus sangat aman untuk 324 hari ke depan, menurut dia, negara menghadapi bom waktu di sektor energi karena cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya bertahan pada rentang kritis 21 hingga 28 hari.
Krisis energi global, kata Fikri, dapat seketika melumpuhkan jalur distribusi lokal, meskipun cadangan pangan melimpah. Oleh karena itu ia memandang kemandirian di tingkat masyarakat diposisikan sebagai garis pertahanan terakhir untuk bertahan hidup.
Lalu untuk membangun ketahanan mikro tersebut, bantuan yang disalurkannya juga dirancang sebagai pilar nutrisi harian yang mencakup ayam kampung, lele dalam galon, dan sayuran polybag.
Baca juga: Bapanas: Optimalisasi pekarangan topang ketahanan pangan rumah tangga
Konsep itu diusungnya agar warga dapat mengaplikasikan ekosistem sirkular tanpa limbah (zero waste), yakni limbah dari satu elemen langsung menjadi sumber kehidupan bagi elemen penyokong lainnya di pekarangan rumah.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen bagi kebutuhannya sendiri. Inilah wujud kemandirian yang ingin kita bangun bersama," kata dia.
Program pembagian paket ketahanan pangan itu pun diketahui disambut antusias oleh warga setempat. Masyarakat menilai bantuan tersebut relevan dengan kebutuhan ekonomi harian sekaligus menjadi edukasi praktis untuk memulai lumbung pangan mandiri dari skala rumah tangga.
Baca juga: Mewujudkan ketahanan pangan dari pekarangan rumah
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































