Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani optimistis target penyerapan 4 juta ton beras dari pemerintah pada 2026 dapat tercapai pada Juli meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino.
"Prediksi kami insya Allah di akhir Juli (2026) kita bisa tembus (target penyerapan) 4 juta ton (setara beras) tersebut," kata Rizal usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan Bulog telah menyiapkan berbagai langkah kontingensi untuk mengantisipasi dampak El Nino, termasuk strategi percepatan penyerapan gabah di tengah dinamika kondisi perubahan cuaca.
Menurutnya, periode Mei hingga Juli yang diperkirakan menjadi puncak El Nino justru bertepatan dengan musim panen raya di berbagai wilayah sentra produksi padi nasional.
Kondisi cuaca panas pada masa panen dinilai menguntungkan petani karena membantu proses pengeringan gabah secara alami sehingga kualitas hasil panen menjadi lebih baik dan optimal.
Bulog pun mendorong seluruh pimpinan wilayah dan cabang di daerah untuk memaksimalkan penyerapan gabah selama periode panen hingga Juli guna mengamankan target nasional.
Langkah percepatan tersebut juga menjadi strategi antisipatif apabila El Nino berlangsung lebih panjang hingga akhir tahun, yang berpotensi mempengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah.
Rizal menyebutkan hingga 13 April 2026, capaian penyerapan Bulog tercatat mencapai sekitar 48,7 persen atau setara 1,9 juta ton beras dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Capaian tersebut, menurut Rizal, cukup progresif mengingat masih berada pada awal tahun, sehingga memberikan ruang optimisme untuk mengejar sisa target penyerapan hingga pertengahan tahun.
Selain itu, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,727 juta ton dan diproyeksikan akan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat seiring percepatan penyerapan yang terus dilakukan.
Rizal menyebut target tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3 juta ton, dan berhasil dicapai sebagai bagian dari upaya penguatan swasembada pangan nasional.
Dengan capaian hampir separuh target pada April, Bulog hanya perlu mengejar sekitar 50 persen sisa target penyerapan dalam beberapa bulan ke depan secara terukur dan terencana.
Ia optimistis dengan strategi percepatan penyerapan dan momentum panen, target 4 juta ton beras dapat tercapai pada akhir Juli 2026 sesuai proyeksi yang telah disusun.
"Target 4 juta ton (setara beras), ini kami sekarang di bulan April sudah mencapai 1,9 juta ton atau hampir 48 sekian persen. Berarti kan tinggal 50 persen. Mudah-mudahan ini bisa tercapai seperti tahun lalu," kata Rizal.
Baca juga: Bulog dapat subsidi bunga 2 persen kejar penyerapan 4 juta ton beras
Baca juga: Mentan sebut Bulog sewa gudang bukti serapan beras baik
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































