Jakarta (ANTARA) - Aroma asinan Betawi, nasi uduk, telur dadar, dan gorengan memenuhi gang-gang sempit di Bidara Cina, Jakarta Timur. Matahari belum tinggi ketika penjual makanan mulai melayani pembeli, sementara anak-anak berseragam berjalan menuju sekolah.
Di antara deretan usaha kecil itu, pintu sebuah ruang belajar sederhana sudah terbuka. Dua anak usia dini berbaris memasuki kelas, duduk dan berdoa bersama, lalu belajar mengenali huruf, angka, warna, serta doa-doa pendek. Di sanalah mereka mulai mengenal arti mengucapkan "terima kasih", meminta maaf, berbagi mainan, dan menghormati orang lain.
Tak banyak yang mengetahui bahwa ruang belajar itu dibangun dari uang pesangon seorang mantan karyawan supermarket. Lelaki itu adalah Ali Muhtar.
Setelah bekerja selama 25 tahun di sebuah supermarket di Jakarta, Ali menggunakan sebagian dana pesangonnya untuk mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah naungan Yayasan Masjid Baitus Shodiqin pada 2019.
Ketika kerja sama dengan yayasan itu berakhir pada 2024, dia memilih memulai lagi dari awal dengan mendirikan PAUD Umi Az Zahro di bawah Yayasan Wasilah Cahaya Terbit, nama yang diambil dari toko milik almarhum ayahnya.
Keputusan itu bukan tanpa risiko. Tahun ajaran lalu PAUD Umi Az Zahro memiliki lima murid. Seluruhnya kini telah melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar. Memasuki tahun ajaran baru, hanya dua anak yang terdaftar sebagai siswa karena di lingkungan sekitar hanya merekalah yang masih berusia PAUD.

Dengan dua murid, iuran sekolah sebesar Rp50.000 per bulan belum mampu menutup biaya operasional. Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah sebesar Rp300.000 per anak setiap tahun ikut menopang kegiatan belajar, sementara kekurangannya ditutup dari penghasilan Ali dari beberapa rumah kontrakan dan usaha asinan keluarga. Honornya sebagai ketua RT juga dipakai untuk menjalankan sekolah itu.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































