Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) karena tidak memiliki rahim atau serviks.
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa vaksin HPV hanya dibutuhkan perempuan untuk mencegah kanker serviks, sehingga laki-laki dianggap tidak perlu divaksin.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Tapi pada akhir-akhir ini, kira-kira 1 dekade ini, penelitian berlanjut pada laki-laki. Nah laki-laki kan nggak punya serviks, laki-laki kan enggak punya rahim. Kenapa disamakan? Kenapa disuntik?”
Namun, benarkah laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV?
Unggahan yang menarasikan laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV. Faktanya, Prof. Hartono Gunardi dari Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan bahwa vaksin HPV penting diberikan kepada laki-laki maupun perempuan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV. (Facebook)Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari otoritas kesehatan maupun media kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Justru, Prof. Hartono Gunardi dari Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia, dilansir dari ANTARA, menegaskan bahwa vaksin HPV penting diberikan kepada laki-laki maupun perempuan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV.
Ia juga menegaskan virus HPV dapat menginfeksi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dan dapat menular melalui kontak kulit maupun selaput lendir.
Pada laki-laki, infeksi HPV juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker tenggorokan, anus, hingga kanker penis.
Oleh karena itu, vaksinasi HPV tidak hanya bertujuan melindungi perempuan dari kanker serviks, tetapi juga melindungi laki-laki dari risiko infeksi dan penularan virus tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebut laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































