BPI sebut partisipasi di Cannes perkuat posisi film Indonesia

18 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) -

Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni menyebut kehadiran film Indonesia dalam program La Semaine de la Critique di Festival Film Cannes 2026 sebagai momentum penting bagi industri perfilman nasional.

Fauzan dalam sambutannya saat konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa, mengatakan partisipasi tersebut menandai pengakuan terhadap kualitas karya sineas Indonesia di tingkat global.

“Kehadiran ini bukan sekadar representasi, tetapi konfirmasi bahwa karya anak bangsa telah melampaui batas geografis dan berbicara dalam bahasa sinema yang universal,” kata Fauzan.

Ia menilai Festival Film Cannes tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, tapi juga ruang strategis untuk mempertemukan karya dengan distributor, produser, dan pasar internasional.

Baca juga: BPI sampaikan masalah keterbatasan bioskop ke DPR

“Cannes adalah ruang pertemuan antara karya terbaik dan peluang pasar global. Di sana film bertemu dengan distributor, co-producer, media internasional, dan penonton dunia,” ujarnya.

Menurut Fauzan, keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut membuka peluang kolaborasi jangka panjang yang dapat memperkuat daya saing industri film secara struktural.

Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia di Cannes telah berlangsung selama beberapa dekade, dimulai dari film “Tjoet Nja’ Dhien” pada 1988, diikuti sejumlah karya lain seperti “Daun di Atas Bantal” dan “Serambi” pada tahun 1998.

Selain itu, film pendek “Prenjak” karya Wregas Bhanuteja juga pernah meraih penghargaan di La Semaine de la Critique, sementara film “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” tampil di Directors’ Fortnight pada 2017.

Fauzan juga menyoroti peningkatan keterlibatan Indonesia melalui proyek koproduksi internasional dalam beberapa tahun terakhir, yang dinilai turut memperluas jangkauan industri film nasional.

“Ke depan, kami akan terus memfasilitasi kolaborasi dan koproduksi lintas negara agar karya Indonesia tidak hanya hadir sesekali, tetapi menjadi bagian dari panggung global,” katanya.

Melalui program Next Step Studio Indonesia, empat film pendek karya sineas tanah air akan tayang perdana di Cannes, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem sinema internasional.

Baca juga: BPI: Produser harus pintar menyaring kritik dan saran publik

Baca juga: BPI siapkan Dewan Etik ciptakan ruang aman pekerja film

Baca juga: Kemenparekraf dukung BPI buat rekomendasi untuk kemajuan film nasional

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |