BMKG: Dua kabupaten di Kepri mulai mengalami kekeringan

1 week ago 12
Saat ini memang untuk wilayah Kepri akan memasuki musim kemarau hingga awal Maret mendatang. Di beberapa wilayah, seperti Natuna dan Anambas, sudah mulai terjadi kekeringan

Batam (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mendeteksi terjadi kekeringan di dua kabupaten yang ada di Kepulauan Riau (Kepri).

“Saat ini memang untuk wilayah Kepri akan memasuki musim kemarau hingga awal Maret mendatang. Di beberapa wilayah, seperti Natuna dan Anambas, sudah mulai terjadi kekeringan,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Hang Nadim Batam Ramlan Djambak dikonfirmasi di Batam, Sabtu.

Dia menjelaskan kondisi kekeringan itu terpantau dari citra satelit cuaca (Citra Himawari-9) yang diamati oleh BMKG di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kepri.

Kondisi kekeringan di Natuna dan Anambas terpantau melalui peta Fire Dengeros Rating System (FDRS) berdasarkan pengukuran suhu, kelembapan, curah hujan, dan angin, yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga: Sabtu, BMKG: Mayoritas wilayah RI berpotensi hujan ringan hingga lebat

“Yang terjadi kekeringan permukaan tanah,” terangnya.

Menurut dia, dampak dari kekeringan ini mengurangi ketersediaan air tanah, apalagi jika suatu wilayah hanya mengandalkan sumber air dari tadah hujan.

“Disamping itu kan ada juga wilayah yang mengandalkan sumber air baku dari waduk atau pengelolaan air tawa lainnya,” ujarnya.

Ramlan menyebut informasi kondisi kekeringan ini telah dimonitor oleh BMKG yang ada di Natuna dan Tarempa dan sudah disampaikan ke pemerintah daerah masing-masing melalui rapat koordinasi.

Baca juga: BMKG pantau 23 titik api karhutla di Aceh Barat

Ketika ditanyakan kondisi lima kabupaten lainnya seperti apa dan kenapa baru Natuna serta Anambas yang terpantau kekeringan, Ramlan menjelaskan hal itu disebabkan oleh pola cuaca pada masing-masing wilayah berbeda, termasuk vegetasi atau tutupan lahan di wilayah berbeda-beda juga satu sama lainnya.

“Kekeringan di wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan memiliki dampak yang berbeda-beda juga,” ucapnya.

Sementara itu terkait titik panas di wilayah Kepri, Ramlan menyebut titik panas di wilayah Kepri belum terpantau. Namun pihaknya tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan hingga awal Maret mendatang.

“Waspada terhadap kekeringan dan tidak melakukan pembakaran lahan saat kekeringan,” ujarya.

Baca juga: Lanud Hang Nadim cegah gangguan penerbangan akibat kebakaran lahan

Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat meluas, capai 10 hektare

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |