Basarnas doa bersama setelah operasi SAR pesawat ATR ditutup

1 week ago 19

Makassar (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh tim SAR gabungan menggelar doa bersama sebagai penutup rangkaian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1).

"Berkat doa dari keluarga korban dan seluruh tim SAR gabungan, hari ini, Operasi SAR pesawat ATR 42-500 kami nyatakan selesai dan ditutup," ujar Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Baca juga: Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR harus dapat pendampingan hukum

Doa bersama tersebut diikuti oleh seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat langsung dalam operasi, sebagai bentuk penghormatan kepada para korban serta refleksi atas tugas kemanusiaan yang telah dilaksanakan selama tujuh hari penuh berjibaku di medan yang berat dan penuh tantangan cuaca ekstrem.

"Tugas ini adalah tugas kemanusiaan, dan apa yang telah dilakukan di lapangan tidak bisa diukur dengan angka,” ujar Mantan Asisten Personal Panglima TNI ini.

Syafii menekankan seluruh upaya pencarian, evakuasi, dan penanganan korban merupakan wujud panggilan kemanusiaan yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, dedikasi, serta tanggung jawab oleh seluruh unsur yang terlibat.

"Semua yang kita lakukan dapat berlangsung berkat soliditas dan sinergi yang sangat kuat di lapangan. Tidak ada satu pun unsur yang bekerja sendiri. Semua bergerak sebagai satu tim, satu tujuan, dan satu rasa kemanusiaan," paparnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada seluruh personel SAR gabungan, baik dari unsur darat, udara, laut, maupun instansi pendukung lainnya dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

"Terima kasih, hormat saya dan saya bangga kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam Operasi SAR ini. Pengabdian dan kerja keras rekan-rekan semua menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam tugas kemanusiaan,” ujar Syafii.

Baca juga: Korban pesawat ATR dipastikan terima asuransi

Baca juga: Basarnas harap indetifikasi korban pesawat ATR segera diumumkan

Kegiatan doa bersama ini menjadi penanda berakhirnya secara resmi Operasi SAR pesawat ATR 42-500, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terakhir atas seluruh upaya kemanusiaan yang telah dilakukan selama pelaksanaan operasi.

Tercatat, sebanyak 11 body pack (kantong) korban kecelakaan pesawat telah diserahkan kepada tim di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk dilakukan identifikasi, usai pencarian dan evakuasi selama sepekan.

Tiga jenazah telah diidentifikasi identitasnya dan dibawa pulang ke keluarga masing-masing. Sementara tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi tim DVI.

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |