Banjir di Kabupaten Tangerang meluas, 14.000 KK terdampak

1 week ago 15
Yang paling parah genangan banjir itu berada di titik Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti, dengan ketinggian tertinggi dua meter

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan banjir yang menerjang daerah itu kembali meluas ke tujuh wilayah kecamatan dengan jumlah korban terdampak mencapai14.000 kepala keluarga (KK).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik di Tangerang, Sabtu, menyampaikan banjir terjadi sejak Minggu (11/1) lalu, dengan sebelumnya telah melanda 24 kecamatan di 119 desa/kelurahan dengan korban terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa.

Namun akibat terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi serta adanya beberapa aliran sungai dan danau yang meluap, lanjut dia, kini terdapat tujuh kecamatan terendam banjir dengan ketinggian debit air mencapai 60 centimeter sampai dua meter lebih.

Baca juga: BPBD: Lima kecamatan di Tangerang masih terendam banjir

"Sekarang kurang lebih ada enam kecamatan yang masih banjir, seperti di Kecamatan Gunung Kaler, kemudian Kresek, Pasar Pemis, Solear, Cisoka, Nayanti dan Balaraja," jelasnya.

Ia mengatakan bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini mulai berangsur surut. Namun karena cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali menerjang di beberapa titik.

"Yang paling parah genangan banjir itu berada di titik Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti, dengan ketinggian tertinggi dua meter," tuturnya.

Baca juga: Banjir di Kabupaten Tangerang meluas hingga 24 kecamatan

Dia mengungkapkan dari tujuh kecamatan dengan jumlah 14.000 KK yang terdampak saat ini sekitar dua persennya masih mengungsi di posko dan tempat lebih aman.

"Secara pasti memang belum kita hitung, karena memang perubahan cuaca ini, tapi kurang lebih sudah mencapai 14 ribu KK," tutur Ahmad Taufik.

Ia menambahkan sebagai upaya penanganan jangka pendek pemerintah daerah telah mengerahkan sejumlah personel, sarana, dan prasarana. untuk membantu para korban bencana.

"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik.

Baca juga: Cuaca ekstrem, 8 kabupaten/kota di Banten terdampak banjir

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |