SPPG di Bogor tingkatkan penerima MBG setelah punya chef bersertifikat

3 days ago 3
Awalnya kami melayani 1.670 penerima manfaat. Karena chef kami sudah bersertifikat, kapasitas bisa ditingkatkan. Sekarang sudah mencapai 2.916 penerima manfaat

Jakarta (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, perlahan mendapatkan peningkatan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semenjak juru masak atau chef memiliki sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2 Didin mengemukakan, selain chef yang telah tersertifikasi BNSP, penambahan jumlah penerima juga dilakukan setelah dapur dinilai siap dari sisi teknis dan kualitas layanan.

"Awalnya kami melayani 1.670 penerima manfaat. Karena chef kami sudah bersertifikat, kapasitas bisa ditingkatkan. Sekarang sudah mencapai 2.916 penerima manfaat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Didin menjelaskan sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025 peningkatan kapasitas layanan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas produksi dan standar operasional.

Baca juga: Keberadaan juru masak sertifikat di SPPG Bogor dongkrak mutu MBG

Dari sisi implementasi, lanjut dia, Program MBG di SPPG tersebut juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Dukungan sekolah dan orang tua dinilai berperan dalam mempercepat penerimaan program, seiring tingginya kebutuhan pemenuhan gizi anak.

Antusiasme tersebut juga terlihat dari pengalaman di lapangan. Didin menyebut adanya siswa yang tetap ingin hadir ke sekolah meski dalam kondisi kurang sehat demi mengikuti Program MBG.

"Antusiasnya luar biasa. Bahkan, ada siswa yang sedang sakit tetap ingin masuk sekolah karena ingin mendapatkan MBG," tuturnya.

Selain berdampak pada peserta didik, keberadaan SPPG juga memberikan efek sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal ini tercermin dari tingginya minat warga untuk terlibat sebagai relawan dapur.

Pada tahap awal rekrutmen, jumlah pendaftar mencapai sekitar 100 orang, sementara kebutuhan tenaga kerja hanya sekitar 47 orang. Untuk mengakomodasi hal tersebut sebagian tenaga kerja dialokasikan ke dapur lain di wilayah sekitar.

Baca juga: Karyawan SPPG di Bogor berhasil menabung untuk menikah berkat MBG

"Peminatnya banyak, sekitar 100 orang, sementara kebutuhan hanya 47. Kami upayakan tetap ada pemerataan dengan dapur lain," ucap Didin.

Ia menegaskan Program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi relawan yang terlibat dalam operasional dapur.

"Ada relawan yang sebelumnya serabutan, sekarang lebih stabil. Bahkan, ada yang sampai bisa menikah sejak bekerja di SPPG," tuturnya.

Ke depan Didin berharap Program MBG dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia juga berpesan kepada seluruh relawan SPPG agar tetap menjaga integritas dan rasa kemanusiaan dalam setiap porsi MBG yang disajikan kepada penerima manfaat.

"Harapan saya program ini terus berjalan, karena sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan. Kuncinya satu, selama kita bisa memanusiakan manusia, Insya Allah, pekerjaan kita akan lancar," kata Didin.

Baca juga: BGN buka 60 ribu lowongan chef bersertifikat untuk dapur MBG

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |