Menko Polkam minta 12 daerah rawan karhutla di Sumsel jadi prioritas

1 hour ago 3
...Pastikan seluruh perangkat daerah memahami tugasnya

Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta agar 12 daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menjadi prioritas penanganan.

“Berdasarkan pemetaan BPBD, ada 12 daerah rawan karhutla tahun 2026. Wilayah-wilayah ini harus menjadi prioritas patroli, pencegahan, serta pengerahan sumber daya dan perlengkapan,” kata Djamari saat apel siaga karhulta 2026, di Palembang, Rabu.

Ia menjelaskan wilayah-wilayah tersebut meliputi Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), OKU, OKI, dan OKU Selatan.

Daerah tersebut tidak hanya memiliki lahan gambut yang mudah terbakar, tetapi juga tanah mineral kering serta area perkebunan yang rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.

Baca juga: Menko Polhukam: Sinergi lintas sektor kunci kendalikan karhutla

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah daerah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) menjadikan penanganan karhutla sebagai prioritas menjelang musim kemarau.

“Pastikan seluruh perangkat daerah memahami tugasnya, posko siaga mulai dijalankan, peralatan tersedia, dan sumber air terpetakan agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada 19 gubernur yang mengikuti apel siaga secara virtual agar memperkuat pengendalian karhutla di wilayah masing-masing, mengingat penanganan karhutla merupakan agenda nasional yang membutuhkan kesiapan serentak.

“Jika menemukan pembukaan lahan dengan cara dibakar segera laporkan. Jangan ada pembiaran, karena satu titik api bisa berkembang menjadi kebakaran besar, apalagi saat musim kemarau,” ujarnya.

Djamari juga meminta dunia usaha, termasuk pemegang konsesi kehutanan, perkebunan, dan pertambangan, untuk turut aktif dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah kerja masing-masing.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, kemarau diprediksi terjadi lebih awal, yakni mulai awal Mei, dengan puncaknya pada Agustus 2026.

“Artinya masih ada waktu untuk bersiap menghadapi puncak kemarau, namun kita harus bergerak lebih awal,” kata dia.

Baca juga: Menteri LH minta korporasi aktif cegah karhutla

Baca juga: Menhut sebut koordinasi dan partisipasi publik kunci tekan karhutla

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |