BI DKI sebut Jakarta sumbang 16,67 persen perekonomian nasional

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta menyebutkan perekonomian Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional dan tetap mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia.

"Pada triwulan I-2026, perekonomian Jakarta tetap tumbuh kuat sebesar 5,59 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen (yoy)," kata Kepala KPw BI DKI Jakarta Iwan Setiawan di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,59 persen, menyumbangkan pangsa sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Kondisi tersebut, kata Iwan, menjadikan Jakarta tetap mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia.

Menurut dia, kinerja positif tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang solid, investasi yang tetap tumbuh, serta kinerja lapangan usaha utama, terutama perdagangan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

"Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,51 persen (yoy)," ujar Iwan.

Dia menjelaskan untuk peningkatan konsumsi rumah tangga, didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, sejalan dengan periode long festive season Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri, Imlek, dan Nyepi, serta didukung oleh penyelenggaraan berbagai event besar.

Selain itu, daya beli masyarakat juga tetap terjaga seiring dengan peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), serta dukungan berbagai insentif pemerintah.

Baca juga: BI DKI: Industri film bisa jadi pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta

Sementara, lanjut Iwan, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tetap tumbuh positif sebesar 4,71 persen (yoy), yang didukung oleh keberlanjutan pembangunan berbagai proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun.

"Konsumsi pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 4,22 persen (yoy), meskipun tidak sekuat triwulan sebelumnya (8,60 persen yoy), seiring masih terbatasnya realisasi belanja daerah pada awal tahun," tutur Iwan.

Dari sisi eksternal, ekspor barang dan jasa tumbuh tinggi sebesar 8,98 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 7,62 persen (yoy), yang menunjukkan aktivitas perdagangan Jakarta tetap terjaga di tengah dinamika global.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perekonomian DKI Jakarta terutama ditopang oleh LU perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 6,71 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 6,66 persen (yoy).

"Kinerja positif ini dipengaruhi meningkatnya konsumsi pada periode long festive season," ungkap Iwan.

Sejalan dengan itu, LU penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh kuat sebesar 10,84 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 8,40 persen (yoy).

Pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh LU informasi dan komunikasi yang tetap tumbuh kuat sebesar 6,33 persen (yoy), yang mencerminkan tingginya kebutuhan layanan digital, komunikasi, dan transaksi berbasis aplikasi di Jakarta sebagai pusat bisnis dan jasa.

"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga stabilitas serta menjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perekonomian global," imbuh Iwan.

Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan I-2026

Baca juga: Tumbuhkan industri film, BI DKI gelar Jakarta Youth Film Festival 2026

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |