Jakarta (ANTARA) - Perumda Dharma Jaya mengintensifkan pengembangan pasokan sapi lokal sebagai strategi diversifikasi sumber pangan sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan di Jakarta.
“Kami sedang menjajaki penguatan ketahanan pangan berbasis sapi lokal," kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan Dharma Jaya sebenarnya sudah bermitra dengan daerah-daerah penghasil sapi, dan saat ini lebih diintensifkan.
Selain pasokan lokal, Dharma Jaya juga memperkuat stok impor sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan di Jakarta di tengah potensi gangguan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik dan perubahan iklim.
Sebanyak 2.500 sapi impor akan tersedia dalam waktu dekat. Sampai dengan saat ini, sekitar 1.500 ekor sapi telah masuk dalam tiga tahap pengiriman, dan tambahan 1.000 ekor sapi segera didatangkan.
"Dengan demikian, total 2.500 ekor akan tersedia dalam waktu dekat, sementara sisa 5.000 ekor diupayakan masuk lebih cepat," ungkap Raditya.
Baca juga: Dharma Jaya perkuat cadangan stok daging sapi antisipasi kelangkaan
Dia menargetkan pengadaan total sebanyak 7.500 sapi selesai pada Juni atau Juli 2026. Namun, dia mengakui pengiriman tidak dapat dilakukan sekaligus karena slot kapal digunakan oleh banyak vendor.
"Jadi, memang harus bersaing untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia,” tutur Raditya.
Sementara itu, untuk komoditas unggas, dia memastikan kondisi pasokan ayam relatif aman dan telah mandiri.
“Untuk ayam, saat ini sudah self-sufficient. Kami juga sedang menyiapkan langkah lanjutan penguatan pasokan setelah Idul Adha,” ujar Raditya.
Dia pun berharap pihaknya dapat terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan distribusi pangan global.
Baca juga: Pramono segera siapkan tempat penggemukan sapi Dharma Jaya di Ciangir
Baca juga: Tekan inflasi, Jakarta terima 3.100 ekor sapi impor dari Australia
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































