Jenewa/London (ANTARA) - Hampir semua imigran yang memasuki Ceuta telah kembali ke Maroko, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares yang turut meminta agar semua misinformasi dihentikan.
"Kunjungan dari Ceuta dan Melilla ke Spanyol daratan tidak mungkin dilakukan tanpa identifikasi pada pos pemeriksaan kepolisian," kata Albares melalui media sosial X, Jumat.
"Integritas area Schengen dapat dijamin penuh. Hentikan semua misinformasi yang disengaja," ucap dia, menegaskan.
Sebelumnya, kantor berita Spanyol EFE melaporkan bahwa ratusan imigran melintasi perbatasan keluar Ceuta ke Maroko, mengingat adanya kesepakatan repatriasi antara Spanyol dan Maroko.
Para imigran juga menyebut toko-toko, pasar swalayan, dan restoran di Ceuta banyak yang tutup, sehingga mereka tak dapat memenuhi kebutuhan dasar.
Garda Sipil Spanyol dan satuan Regulares No. 54 dari Angkatan Darat Spanyol dikerahkan di sepanjang kawasan pantai Tarajal untuk menghalangi masuknya imigran yang tiba dari laut.
Menurut otoritas Spanyol, sekurangnya 57 orang tewas dalam krisis migrasi di Ceuta.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut serbuan para imigran ke Ceuta sejak Kamis sebagai "serangan" dan "pelanggaran terhadap keutuhan wilayah Spanyol."
Ia pun berjanji akan memulihkan situasi secepat mungkin.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Spanyol perketat perbatasan usai diterobos 60.000 imigran sehari
Baca juga: Spanyol dan Maroko segera deportasi imigran dari Ceuta
Baca juga: Spanyol akan kirim pasukan atasi krisis imigran di Ceuta
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































