Surabaya (ANTARA) - Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Ari Santoso DEA menggagas sistem kendaraan otonom maritim dan udara terintegrasi untuk memperkuat konektivitas, keselamatan, komunikasi, dan distribusi antarpulau di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menimbulkan tantangan konektivitas laut dan udara, keselamatan pelayaran, inspeksi kabel bawah laut, pemantauan sumber daya kelautan, hingga mitigasi bencana," kata Prof Ari sapaannya di Surabaya, Jatim, Jumat.
Sebagai solusi, dosen Departemen Teknik Elektro ITS itu merancang tiga pilar kendaraan otonom untuk wilayah permukaan laut, bawah laut, dan udara melalui pengembangan autonomous underwater vehicle (AUV), unmanned surface vehicle (USV), dan unmanned aerial vehicle (UAV).
"Ketiganya merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu, antara lain mekanika, hidrodinamika, aerodinamika, elektronika, sensor, dan kecerdasan buatan," ujarnya.
Prof Ari menuturkan sistem kendaraan otonom tersebut bekerja dalam pola closed-loop system yang terdiri atas enam komponen utama, yakni measurement, perception, guidance, control, actuator, dan environment.
"Keenamnya saling terhubung dalam aliran informasi dan aksi yang berulang untuk menghasilkan keputusan serta gerakan yang adaptif, aman, dan optimal," tuturnya.
Menurut dia, setiap komponen memiliki fungsi spesifik. Measurement membaca data sensor, perception memahami lingkungan, guidance menentukan arah dan lintasan, control menjaga kestabilan dan akurasi, actuator menjalankan perintah fisik, sedangkan environment menjadi sumber gangguan yang harus diantisipasi sistem.
Melalui penerapan sistem tersebut, AUV digunakan untuk inspeksi bawah laut seperti kabel listrik, pipa, dan terumbu karang, USV difungsikan sebagai wahana permukaan untuk komunikasi dan pengamatan laut, sedangkan UAV memperluas jangkauan pengamatan dari udara.
Prof Ari menilai integrasi ketiga wahana otonom tersebut dapat mendukung penguatan sistem transportasi, pengawasan wilayah maritim, dan ketahanan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan.
Baca juga: ITS hibahkan GPS bawah laut kepada Pemkab Klungkung Bali
Baca juga: ITS lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke kawasan transmigrasi nasional
Baca juga: ITS ciptakan traktor perahu listrik untuk pertanian lahan gambut
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































